KESULITAN BELAJAR GARIS BERAT SEGITIGA BERDASAR AKTIFITAS SISWA DAN TEORI PIAGET

Herfa Maulina Dewi Soewardini, Meilantif

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengidentifikasi kesulitan belajar garis berat dalam segitiga berdasar teori Piaget tentang proses asimilasi dan akomodasi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan lembar observasi aktifitas siswa dan wawancara berbasis tugas. Indikator-indikator dalam lembar observasi aktifitas sudah disesuaikan dengan wawancara berbasis tugas, sedangkan pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam pedoman wawancara diajukan untuk membimbing subjek dalam mengerjakan tugas yang diberikan sebagai suatu cara untuk merekam kesulitan belajar berdasar teori Piaget tentang proses asimilasi dan akomodasi. Dalam penelitian ini, analisis data wawancara dilakukan dengan tiga tahapan analisis yaitu menelaah transkrip data, reduksi data, dan koding. Sedangkan analisis data observasi dilakukan dengan mendeskripsikan aktifitas yang sering dan tidak dilakukan oleh siswa. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa siswa kemampuan rendah: sering terganggu perhatiannya (perseverasi), mengalami abnormalitas persepsi visual, merasa kesulitan dalam mengaktifkan, menyesuaikan, dan memodifikasi skema, sering melakukan kesalahan dalam menggambarkan garis berat dalam segitiga. Dapat disimpulkan bahwa kesulitan belajar yang dihadapi siswa adalah menyesuaikan dan memodifikasi informasi baru tentang garis berat baik pada aktiftas siswa dan proses asimilasi dan akomodasi.

Kata Kunci: kesulitan belajar, aktifitas, garis berat segitiga

 


Full Text:

PDF (Indonesian)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.