Kajian Hasil Pendapatan Petani Hidroponik Di Kabupaten Jember

Dimas Ganda Permana Putra, Elida Novita, Bambang Herry Purnomo, Diana Nurhayati

Abstract


Pertanian perkotaan atau urban agriculture adalah aktifitas budidaya, pengolahan, pemasaran dan pendistribusian bahan pangan, produk kehutanan dan hortikultura yang terjadi di dalam dan sekitar perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah pendapatan rata-rata perbulan produksi hasil pertanian perkotaan komoditas tanaman hidroponik. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei – Agustus 2020 dengan metode penelitian yang digunakan adalah survey dan wawancara berdasarkan hasil kuisioner. Metode yang digunakan untuk menentukan sampel yatu dengan Accidental Sampling digunakan untuk menentukan responden petani secara langsung. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pendapatan bulanan hidroponik berkisar diantara Rp.200.000,00 – Rp. 4.000.000,00. Hal ini dikarenakan rata-rata responden masih melakukan trial and error dan kurangnya bantuan dari pemerintah

Keywords


Pertanian perkotaan; Hidroponik; Pendapatan bulanan

References


Ackerman, K. (2012). The potential for urban agriculture in New York City: Growing capacity, food security, and green infrastructure. Columbia University, The Earth Institute, Urban Design …, 112. http://www.urbandesignlab.columbia.edu/sitefiles/file/urban_agriculture_nyc.pdf

Arifien, M., Fafurida, F., & Noekent, V. (2012). Perencanaan Pembangunan Berbasis Pertanian Tanaman Pangan Dalam Upaya Penanggulangan Masalah Kemiskinan. Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi Dan Pembangunan, 13(2), 288. https://doi.org/10.23917/jep.v13i2.175

Dien, P. E. (2014). Pengembangan Wilayah Langowan Sebagai Kawasan Agropolitan. Cocos, 4(2).

Kuncoro, S. D. (2014). Pengembangan Wilayah Berbasis Subsektor Pertanian Hortikultura di Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan. Jurnal Wilayah Dan Lingkungan, 2(1), 43. https://doi.org/10.14710/jwl.2.1.43-54

Masithoh, S., & Yoesdiarty, A. (2014). Rekayasa Sosial Kelembagaan Tani Dalam Meningkatkan Pendapatan Petani Ubi Jalar Melalui Program PUAP. Jurnal Pertanian, 5(43), 1–10.

Mavromatidis, L. (2019). Constructal macroscale thermodynamic model of spherical urban greenhouse form with double thermal envelope within heat currents. Sustainability (Switzerland), 11(14). https://doi.org/10.3390/su11143897

Nugraha, A. P. (2012). Evaluasi Pengembangan Wilayah Dalam Meningkatkan Kawasan Agropolitan Di Kabupaten Tabalong. Jurnal Ilmu Politik Dan Pemerintahan Lokal, I, 93–106.

Prameswari, Y. P. (2018). Waterfront city development di kawasan sempadan sungai: Studi kasus Sungai Wiso dan Kanal, Jepara. Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 3(1), 51. https://doi.org/10.14710/jiip.v3i1.3233

Purwanto, S. K. (2002). Dampak Kebijakan Domestik dan Faktor Eksternal terhadap Perdagangan Dunia Minyak Nabati. Institut Pertanian Bogor.

Rahdriawan, M., Wahyono, H., Yuliastuti, N., & Ferniah, R. S. (2019). Sustainable Urban Farming Through Aquaponics System Based On Community Development Case: Kandri Village, Semarang. 216(Assdg 2018), 107–117. https://doi.org/10.2991/assdg-18.2019.10

Sieverts, E. h. T. (2017). Urban, Agriculture, Europe. DisP - The Planning Review, 53(2), 126–126. https://doi.org/10.1080/02513625.2017.1341253

Sudaryanto, Y., Hadi, P. U., Susilowati, S. H., & Suryani, E. (2004). Analisis Kebijaksanaan Perdagangan dan Harga Komoditi Pertanian.

Supranto, J. (2004). Ekonometri. Buku Kedua. Penerbit Ghalia Indonesia.

Z, K., Salman, D., Akhsan, A., & Kasirang, A. (2014). Konflik Komunikasi Dalam Penyuluhan Pertanian Di Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Ilmu Komunikasi, 12(1), 85–97.




DOI: https://doi.org/10.32528/agribest.v5i2.4440

Refbacks



Copyright (c) 2021 Jurnal Agribest

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

INDEXING SERVICES

    

                       

 

View My Stats