Tata Kelola Rantai Nilai Kopi Robusta di Sumatera Selatan

Anggita Tresliyana Suryana, Harianto Harianto, Yusman Syaukat, Harmini Harmini

Abstract


Struktur tata kelola yang baik berperan penting dalam meningkatkan pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat desa termasuk produsen kopi, serta menguatkan rantai nilai kopi secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap struktur tata kelola rantai nilai kopi robusta. Penelitian dilakukan di tiga kecamatan di Pagar Alam, Sumatera Selatan pada tahun 2022 dengan menggunakan data primer yang diperoleh dari 98 aktor yang terlibat dalam rantai nilai kopi. Data yang telah dikumpulkan dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan Gereffi. Hasil analisis menunjukkan bahwa aktor rantai nilai kopi robusta terdiri dari petani, pedagang pengumpul, koperasi, industri kecil menengah, dan konsumen akhir. Kopi bubuk yang diproduksi industri kopi Pagar Alam berasal dari biji kopi petik merah. Tata kelola rantai nilai kopi robusta di Pagar Alam diklasifikasikan sebagai tipe modular yang ditandai dengan tingkat kompleksitas informasi transaksi yang tinggi, kemampuan aktor rantai yang tinggi dalam kodifikasi informasi, dan kemampuan yang tinggi dalam menyediakan bahan baku. Untuk membangun tata kelola rantai nilai kopi robusta yang lebih baik, diperlukan kerjasama dan kemitraan antara petani produsen hingga industri pengolahan dalam rangka memperkuat koordinasi antara aktor rantai nilai. Kemudian pemerintah lokal perlu meningkatkan perannya sebagai fasilitator untuk peningkatan mutu kopi. Dengan tata kelola yang lebih efisien diharapkan akan mengembangkan rantai nilai yang memberikan manfaat bagi seluruh aktor rantai nilai kopi robusta.


Keywords


aktor rantai nilai; kopi Indonesia; modular; robusta; tata kelola

References


Afrizon, Ishak, A., & Mussaddad, D. (2020). Upaya Peningkatan Produksi Kopi Dengan Panen Petik Merah di Kabupaten Rejang Lebong. AGRITEPA, VII(1), 31–40.

Aisyah, N. S. (2022). Rantai Nilai Global Kopi Arabika Spesial di Kabupaten Bondowoso [Thesis]. IPB University.

Gereffi, G., & Fernandez-Stark, K. (2011). Global Value Chain Analysis: A Primer. Center on Globalization, Governance & Competitivenes (CGGC), 1–39.

Gereffi, G., Humphrey, J., & Sturgeon, T. (2005). The governance of global value chains. Review of Political Economy, 48, 37–70.

Gereffi, G., Lee, J., & Christian, M. (2008). The Governance Structures of U.S.-Based Food and Agriculture Value Chains and their Relevance to Healthy Diets. Princeton.

Kemenkumham. (2023). Indikasi Geografis. https://dgip.go.id/menu-utama/indikasi-geografis/listing?category=ip_clinic&keyword=pagar+alam

Kementan. (2021). Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2020-2022. Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian pertanian.

Mulyati, H., & Indrawan, D. (2021). Inclusive Business Models in Coffee Value Chain: Comparing Practical Evidence Between East Java and North Sumatera. Jurnal Manajemen Dan Agribisnis. https://doi.org/10.17358/jma.18.2.122

Nurmalina, R., Sari, P. N., & Suryana, A. T. (2016). The Degree of Integration of Coffee Supply Chain in Lampung Province. In A. Rifin,

M. P. van Dijk, D. P. de Boer, H. Mudde, J. van Rooyen, & S. Jahroh (Eds.), International Conference Strengthening Indonesia Agribusiness: Rural Development and Global Market Linkages (Issue April, pp. 265–274). Department of Agribusiness, FEM-IPB, and NICHE Programme.

Suryana, A. T., & Burhanuddin. (2021). Pengaruh Kompetensi Kewirausahaan Terhadap Kinerja Usaha UMKM Kopi: Sebuat Tinjauan Teoritis dan Empiris. Agrisep, 20(1), 117–128. https://doi.org/10.31186/jagrisep.20.1.117-128

Suryana, A. T., Nugrahapsari, R. A., & Hasibuan, A. M. (2022). Tinjauan Kritis Terhadap Kebijakan Hilirisasi Kakao di Indonesia. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 40(1), 13. https://doi.org/10.21082/fae.v40n1.2022.13-24

Tresliyana, A., Fariyanti, A., & Rifin, A. (2015). Daya Saing Kakao Indonesia Di Pasar Internasional. Jurnal Manajemen Dan Agribisnis, 12(2). https://doi.org/10.17358/jma.12.2.150

Trienekens, J. (2011). Agricultural Value Chains in Developing Countries; a Framework for Analysis. International Food and Agribusiness Management Review, 14(2), 51–83.

Vicol, M., Neilson, J., Hartatri, D. F. S., & Cooper, P. (2018). Upgrading for whom? Relationship coffee, value chain interventions and rural development in Indonesia. World Development, 110, 26–37. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2018.05.020

Yusianto. (2016). Panen dan Pengolahan Produk Hulu Kopi . In Kopi: Sejarah, Botani, Proses Produksi, Pengolahan, Produk Hilir, dan Sistem Kemitraan. Gadjah Mada University Press.




DOI: https://doi.org/10.32528/agribest.v7i2.17695

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Jurnal Agribest

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

INDEXING SERVICES

    

                  

 

View My Stats