REGULASI DIRI OTONOM DAN TERKONTROL PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2

Sholihatul Maghfirah, Rohmadi Rohmadi

Abstract


Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease with a high incidence in Indonesia and a serious health problem in Indonesia. DM management must to do a lifetime, and it make patients not adherent and become desperate. Uncontrolled diabetes can cause complications such as blindness, kidney failure, heart failure, and stroke. Disobedience and desperation patients in treatment may be due to low selfregulation. The level of self-regulation affects the behaviors, which in this case is the management of DM. The purpose of this study is to explain about autonomous selfregulation and controlled self regulation in patients with type 2 diabetes mellitus.The study design was descriptive. Total sample of 40 people. The research location was in Prolanis dr. Yunita and Prolanis dr. Ani Ruliana. The research instrument used a modification of Treatment Self-Regulation Questionnaire (TSRQ) for Diabetes. The results showed that 34 (85%) had a high autonomous self-regulation and 24 people (60%) had a low controlled self-regulation. Advice for health workers to give support and motivation to clients with diabetes to improve controlled self-regulation.

Full Text:

PDF

References


Aini, N., Fatmaningrum, W., Yusuf, A. (2011). Upaya meningkatkan perilaku pasien dalam tatalaksana diabetes mellitus dengan pendekatan teori model behavioral system Dorothy E. Johnson. Jurnal Ners, 6 (1) 1-11. Diakses pada tanggal 2 Februari 2014 dari Google Scholar database.

American Diabetes Association (2013). Standards of medical care in Diabetes. Diabetes Care, 36(Supplement 1), S11S66.

Ardiakso, T., Siswanto, & Ahsan. (2013). Hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku terhadap manajemen pengobatan dengan kekambuhan penderita Diabetes Mellitus. Diakses pada tanggal 13 Maret 2014, dari Universitas Brawijaya, Fakultas Kedokteran. Web site:http://old.fk.ub.ac.id/artike l/id/filedownload/keperawatan /Majalah%20Taufik%20Ardia kso.pdf

Bandura, A., & Cervone, D. (1986). Differential engagement of self-reactive influences in cognitive motivation.Organizational Behavior and Human Decision Processes, 38, 92-113. Diakses tanggal 26 April 2015 dari Google Scholar Database.

Bandura, A. (2005). Primacy of self-regulation in health promotion transformative mainstream. AppliedPsychology: An International Review, 54, 245-254. Diakses tanggal 26 April 2015 dari Google Scholar Database.

Diani, Noor. (2013). Pengetahuan dan praktik perawatan kaki pada klien DiabetesMellitus tipe 2. Universitas Indonesia, Fakuktas Ilmu Keperawatan. Diakses pada tanggal 2 Februari 2014, dari Google Scholar database.

Ferawati. (2014). Hubungan Dukungan Keluarga dan Perilaku Pengelolaan Diabetes Mellitus Tipe 2. Fakultas Kedokteran. Universitas Tanjung Pura. Naskah Publikasi. Diakses pada tanggal 22 Februari 2015, dari Google Scholar database.

Friedman dan Schustack. (2008). Kepribadian: Teori Klasik dan Riset Modern. Jakarta: Erlangga.

Hendro. (2010). Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Sumatera Utara. Tesis. Diakses pada tanggal 22 Februari 2015, dari Google Scholar database.

Kumboyono; Fathoni, M., & Ningrum, D.P. (2012). Perbedaan tingkat stres antara pria dan wanita penderita penyakit diabetes melitus tipe 2. Diakses pada

tanggal 1 April 2014 dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, dari Google Scholar database.

Kusniawati. (2011). Analisis faktor yang berkontribusi terhadap self care diabetes pada klien diabetes melitus. Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.Tesis. Diakses pada tanggal 2 Februari 2014, dari Google Scholar database.

Kusumadewi, Melina Dian. (2011). Peran stresor harian, optimisme dan regulasidiri terhadap kualitas hidup individudengan diabetes melitus tipe 2. PsikoIslamika, Jurnal Psikologi Islam (JPI), 8 (1), 43-62. Diakses pada tanggal 2 Juli 2014 dari Google Scholar database.

Mashudi. (2011). Pengaruh progressive muscle relaxation terhadap kadar glukosa darah pasien diabetes tipe 2. Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Tesis. Diakses pada tanggal 2 Februari 2014, dari Google Scholar database.

Mc Phee, S.J. & Ganong, W.F. (2011). Patofisiologi penyakit. Jakarta: EGC.

Nasrudin, E. (2010). Psikologi manajemen. Jakarta: CV Pustaka Setia

Niven. (2002). Psikologi kesehatan. Jakarta: EGC.

Notoatmodjo. (2010). Ilmu perilaku manusia. Jakarta: Rineka Cipta.

Nursalam & Efendi, F. (2008). Pendidikan dalam keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Ormrod, J.E. (2009). Psikologi Pendidikan.Jakarta: Erlangga.

Ormrod, J. E. (2012).Human learning six edition. New Jersey: PearsonEducation,Inc.

Perkeni. (2011). Konsensus pengendalian dan pencegahan Diabetes Mellitus tipe 2 di Indonesia 2011. Jakarta: Penulis.

Permana, Hikat. (2009). Komplikasi kronik dan penyakit penyerta pada Diabetesi. Diakses tanggal 27 April 2015 dari Pustaka UNPAD database

Purdie, N., Hattie, J., & Douglas, G. (1996). Student conceptionof learning andtheir use of self regulated learning strategies : A cross-cultural comparison. Journal of Educational Psychology, 88, 87-100.

Sarwono, S. (2005). Psikologi Sosial. Balai Pustaka, Jakarta

Schunk, D. H., & Ertmer, P. A. (1999). Self-regulatory processes during computer skill acquisition: Goal andselfevaluative influences.Journal of Educational Psychology, 91, 251-260.

Sigurdardottir, A.K. (2005). Self-care in Diabetes : model of factors affecting self care. Journal of Clinical Nursing, 14, 3013014.

Smeltzer, S.C., Bare, B.G., Hinkle, J.L., & Cheever, K.H. (2008). Brunner & Suddarth’s textbook of medical-surgical nursing (11th ed). Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.

Smet. (1994). Psikologi Kesehatan. Jakarta: PT Gramedia

Soegondo. (2007). Penatalaksanaan Diabetes Mellitus terpadu. Jakarta: Balai Penerbit FK UI.

Sousa, V.D., & Zauszinewski, J.A. (2005). Toward a theory of diabetes self-care management. The Journal of Theory Construction & Testing, 9 (2), 61-67.

Suryani. (2004). Perilaku agresif remaja ditinjau dari pengelolaan diri dan persepsi terhadap pola asuh authorian orang tua. Tesis. Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Tjokroprawiro, A. (2004). Hidup sehat dan bahagia bersama Diabetes. Jakarta: Gramedia Pustaka

Tomey, A.M. & Alligood, M.R. (2010). Nursing theorist and their work. Toronto: The CV Mosby Company St. Louis

Uno, H. (2007). Teori motivasi dan pengukurannya. Jakarta: Bumi Aksara.

Vansteenkiste, M., Smeets. S., Soenens, S., Lens, W., Matos, L., Deci, E.L. (2010). Autonomous and controlled regulation of performanceapproach goals: Their relations to perfectionism and educational outcomes. Motiv Emot, 34, 333–353. Diakses pada tanggal 30 September 2016 dari Springer Database

Widayati, (2008). Pengaruh meditasi relaksasi dalam gerak terhadap penurunan tingkat stres dan kadar gula darah pada penderita Diabetes Mellitus tipe 2. Universitas Airlangga. Skripsi. Tidak dipublikasikan

Zimmerman dan Pons, (1988). Construct validation of a strategy model of student selfregulated learning. Journal of Educational Psychology, Vol 80(3), 284-290. Diakses pada tanggal 26 April 2015 dari APA PsycNET database.

Zimmerman,B.J.(1989).Modelsofselfregulatedlearningandacademic achievement.InB.J.Zimmerma n&D.H.Schunk(Eds.),Selfregulatedlearningandacademic achievement: Theory, research, and practice. New York: Springer


Refbacks

  • There are currently no refbacks.