FAKTOR RISIKO KOMPLIKASI KRONIS (KAKI DIABETIK) DALAM DIABETES MELLITUS TIPE 2

Lina Ema Purwanti, Sholihatul Maghfirah

Abstract


Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease characterized by blood glucose levels than normal and impaired metabolism of carbohydrates, fats and proteins caused by insulin deficiency relative or absolute. Chronic complications that often occur in patients with Type 2 diabetes mellitus is diabetic foot. The purposed of this study was to analyzed the risk factors of chronic complications (diabetic foot) in patients with Type 2 diabetes mellitus. The design of this research was descriptive analytic with cross sectional approach. This study will be conducted in the Medical Practitioners Prolanis of Ponorogo to 75 patients with Type 2 diabetes mellitus using questionnaire and observation. The result showed that only a visual impairment factors that significantly influence the incidence of diabetic foot, with p value (Chi Square) 0.119, and OR: 4. Knowing the risk factors that most influence on the incidence of chronic complications (diabetic foot) in patients with Type 2 diabetes can be a non-pharmacological preventive measures that can prevent diabetic foot are at risk of disability due to amputation and death.

Full Text:

PDF

References


Abouaesha, F., Schie, C. H. M. V., Griffths, G. D el al,. (2001). Plantar tissue thickness is related to peak plantar pressure in the high-risk diabetic foot. Diabetes Care, 4.

Alkaissi,A (2004). The risk factors for diabetic foot ulcerarion. Faculty of nursing an najah national university. Retrieved from http://www.najah.edu/sites/d efault/files/risk_factor.pdf

Allen. (2006). Support of diabetes from the family. Diunduh tanggal 08 Desember

American Diabetes Association. (2010). Standart of Medical Care in Diabetes 2010. Diabetes Care. 33(1), S11S61, DOI: 10.2337/dc10S011.

Arikunto, S. (2002). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktek. Edisi revisi v. Jakarta: Rineka Cipta

Arisman. (2011). Diabetes mellitus. Sumatera : Universitas Sumatera Utara.

Armstrong, D. G., SA, B., GD, V., & RW, V. D. (2008). The effectiveness of footwear and offloading interventions to prevent and heal foot ulcers and reduce plantar pressure in diabetes: a systematic review. Diabetes Metabolism Resarch and reviews, 24.

Atkinso RL, Atikinson RC, Smith EE, Bem DJ. (2000). Pengantar psikologi edisi 2 jilid 2. jakarta : Interaksara.

Azizah, L.M. (2011). Keperawatan lanjut usia. Yogyakarta: Graha Ilmu

Baker, D. (2005). Smoking and peripheral arterial disease. Retrieved from http://ash.org.uk/files/docum ents/ASH_190.pdf

Black, J.M. & Hawks,J.H. (2005). Medical surgical nursing.(7 th ed). St louis:

Budiarto, E. (2003). Metodologi penelitian kedokteran. Jakarta: EGC

Butarbutar, F., Hiswanit., Jemadi. (2012). Karakteristik penderita diabetes mellitus dengan komplikasi yang di rawat inap di RSUD Deli Sedang. Skripsi. Medan: Universitas Sumatra Selatan

Butarbutar, F., Hiswanit., Jemadi. (2012). Karakteristik penderita diabetes mellitus dengan komplikasi yang di rawat inap di RSUD Deli Sedang. Skripsi. Medan: Universitas Sumatra Selatan

Delang S. F. (2006). Hubungan kadar glukosa darah dan lama menderita diabetes dengan derajat retinopati diabetika di rsup dr. kariadi semarang. Semarang. Univeritas Diponogoro

Dewani. (2006). Terapi jus & 38 ramuan tradisional diabetes. Jakarta : AgroMedia

Diabetes UK. Hypoglycaemia. London: Diabetes UK. (2010). (online)http://www.diabetes. org.uk/manage/care_faq/id.ht m.diakses 19 November 2011 jam 12.00

Diani, N. (2013). Pengetahuan dan praktik perawatan kaki pada klien diabetes melitus tipe 2 di kalimantan selatan. Skripsi. Jakarta : Universitas Indonesia

Eason, S. L., et al.,. (2005). Diabetes mellitus, smoking and the risk for asymptomatic peripheral arterial disease: whom should we screen. Journal of

the american board of family medicine.Retrieved from http://www.jabfm.org/conten t/18/5/355.long

Efendi, F.M. (2009). Keperawatan kesehatan komunitas: Teori dan praktik dalam keperawatan. Jakarta: Salemba Medika

Eko, A. (2010). Hubungan aktivitas fisik dan istirahat dengan kadar gula darah pasien diabetes mellitus rawat jalan RSUD. Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Purwokerto: Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Elsevier Saunders

Friedman, Bowden & Jones. (2003). Family Health Nursing. USA: Person Education Inc

Funnell, M.M., Brown, T.L., Childs, B.P., Haas, L.B.,Hosey, G.M., Jensen, B., Maryniuk, M., Peyrot, M., Piette, J.D. (2010). National standards of diabetes self management education. Diabetes Care Journal. Diunduh dari http:// www.ebscohost.com

Hamid, A. Y. S. (2008). Buku ajar riset keperawatan: Konsep, etika,& intrumentasi. Edisi 2. Jakarta: EGC

Haryani, D. (2009). Pengaruh latihan jasmani terhadap penurunana glukosa darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di RSUD. Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Purwokerto: Universitas Jenderal Soedirman.

Hastono, S. P. (2007). Analisis data kesehatan. Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

Hastuti, R.T. (2008). Faktor-faktor resiko ulkus diabetika pada penderita diabetes mellitus. Semarang : Universitas Diponegoro.

Hendromartono. (2006). Neftopati diabetika. In A. W. sudoyo, B. Setiyohadi, I. Alwi, M. S. K & S. Setiati (Eds.), Buku ajar ilmu penyakit dalam jilid III edisi IV. Jakarta: Penerbit FK UI.

Ignatavicius, D, & Workman,. (2006). Medical surgical nursing : Critical thinking for collaborative care. 5th ed. St Louis, Missouri: Elsevier Inc.

International Council of Nurses. (2010). Delivering quality, serving communities:

Johnson, M. (2005). Diabetes terapi dan pencegahannya. Bandung: Indonesia publishing house.

Kementerian Kesehatan RI. (2011). World diabetes day. Reterived from: http://pppl.depkes.go.id/ind ex.php?c=berita&m=fullvie w&id=374.

Lanywati, E. (2001). Diabetes mellitus penyakit kencing manis. Yogyakarta: Kanisius.

LeMone, P, & Burke .(2008). Medical surgical nursing : Critical thinking in client care.( 4th ed).

Pearson Prentice Hall: New Jersey. management. Journal of Theory Construction & Testing; Winter 2005/2006; 9,2. Diunduh dari http://proquest.umi.com/pq dweb

Mangoenprasodjo. (2005). Olahraga tanpa terpaksa. Yogyakarja: Thinkfresh.

Mansjoer, A., Triyanti, K., Savitr, R et al,. (2000). Kapita selekta kedokteran (Vol. 1). Jakarta: Media Aesculapius.

Marquis, B.L., & Huston, C.J. (2006). Leadership roles and management function in nursing: Theory and application (5thed). Philadelphia: Lippincott

Mayasari, L. (2012). Wanita menopouse lebih berisiko diabetes melitus. Reterived from http://www.health.detik.co m/read/2012/12/27/18311/2 128250/763/wanitamenopuse-lebih-berisikodiabetes.

McWright, B. (2008). Panduan bagi penderita diabetes. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher

Merza, Z., & Tesfaye, S. (2003). Reveiw the risk factors for diabetic foot ulceration. The Foot, 13 : 125- 129

Misnadiarly. (2006). Diabetes mellitus: gangren, ulcer, infeksi. mengenal gejala, menaggulangi dan mecegah komplikasi. Jakarta: Pustaka populer obor.

Muzaham, F. (1995). Sosiologi kesehatan. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia

Niven, N. (2002). Psiklogi Kesehatan. Jakarta: Penerbit Buku Kesehatan EGC

Nursalam. (2008). Konsep dan penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan pedoman skripsi, tesis dan instrumen penelitian kepertawatan. Jakarta: Salemba Medika Nurses leading chronic care. Switzerland: ICNInternational Council of

Nurses. Diunduh pada tanggal 09 Oktober 2010 dari http://www.icn.ch/publicati on/2010 nursing. Philadelpia : Lippincott

Pandelaki, K. (2009). Retinopati diabetik. In A. W. Sudoyo, B. setiyohadi, I. Alwi, M. S. K & S. Setiati (Eds.), Buku ajar ilmu penyakit dalam jilid III edisi v. Jakarta: InternaPublishing.

PERKENI. (2006). Konsensus pengelolaan dan pencegahan diabetes mellitus tipe 2 di Indonesia. Jakarta

Perkeni. (2008). Pilar penanganan kaki diabetik. Retrieved from http://www.perkeni.org/?pa ge=buletin.detail&id=108

Perkeni. (2011). Konsensus pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 di Indpnesia. Peters, E. J. G., & Lavery, L. A. (2001). Effectiveness of the diabetic foot risk classification system of the international working group on the diabetic foot. Diabetes Care, 24, 14421447.

Peterson S.J. & Bedrow.T.S. (2004).Middle range theories:Application to Nursing research. Philadelphia: Lippincott William & Wilkins,

Polit, D.F. & Hungler, B.P. (1999). Nursing research: Principle and methods (6th ed).Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.

Potter. P. A. & Perry,A.G. (2008). Buku ajar fundamental keperawatan: Konsep, proses dan praktek. Jakarta: EGC

Prastica, V.A (2013). Perbedaan angka kejadian ulkus diabetikum pada pasien diabetes melitus dengan dan tanpa hipertensi di rsud dr. Saifudin anwar malang. Tugas akhir. Malang: Universitas Brawijaya.

Price, A. S., & Wilson, L. M. (2005). Patofisiologi : konsep klinis proses- proses penyakit (Vol. 2). Jakarta: EGC.

Purnamasari, D. (2009). Diagnosis dan klasifikasi diabetes mellitus. In A. W. Sudoyo, B. Setiyohadi, I. Alwi, M. S. K & S. Setiati (Eds.), Buku ajar ilmu penyakit dalam jilid III edisi v. Jakarta: InternaPublishing.

Purwanti, O.S. (2013). Analisis faktor- faktor risiko terjadi ulkus kaki pada pasien diabetes melitus di rsud dr.moewardi. Skripsi. Jakarta : Universitas Indonesia

Puspita, D., N., V. (2005). Hubungan antara pengetahuan tentang menopause dengan kecemasan pada wanita dalam menghadapi masa menopause di Desa Kotesan Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten. Jurnal kesehatan. 24 (suppl.2), 101-104.

Rosalina, D., & Waljudi, H. (2011). Visual field abnormality and quality of life of patient with primary open angle glaucoma. Jurnal Oftalmologi Indonesia

Rubin, R.R. (2000). Psychotheraphy and conselling in diabetes mellitus. Psychology in Diabetes Care (p 235-263). Chickester: John Wiley & Sons. Ltd

Ryan, R. (2009). Self-detemination theory and wellbeing. WeD Research Review

Saryono. (2009). Metodologi penelitian kesehatan. Jogjakarta : Mitra Cendikia

Saryono. (2011). Metodologi penelitian keperawatan. Purwokerto: UPT Universitas jenderal soedirman.

Sastroasmoro, S. & Ismael, S. (2010). Dasar-dasar metodologi penelitian klinis. Edisi 3. Jakarta: Sagung Seto

Shahi,S.,K.,Kumar.,A.,Kumar.,S.,Si ngh.,S.,K.,Gupta.,S.,K.(201 2). Prevalence of diabetic foot ulcer and associated risk factor in diabetic patients from north india. The journal of diabetic foot complications

Sihombing, D., Nursiswati., Prawesti. (2013). Gambaran perawatan kaki dan sensasi sensorik kaki pada pasien diabetes melitus tipe 2 di poliklinik dm rsud. Bandung: Universitas Padjadjaran

Siswono (2005). P2M & PL dan LITBANGKES. Diunduh tanggal 20 Juli 2010 hptt://www.depkes.go.id Siswono. (2005). P2m & pl dan Litbangkes. Retrieved from www.depkes.go.id

Smeltzer, S, & Bare. (2008). Brunner & Suddarth’s Textbook of medical surgical

Soegondo, S.,Soewondo,P, & Subekti,I. (2009). Penatalaksanaan diabetes melitus terpadu. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Souza, V.D & Zauseiniewski, J. A. (2005). Toward a theory of diabetes self-care

Subekti, I. (2009). Neuropati Diabetik. In A. W. Sudoyo, B. Setiyohadi, I. Alwi, M. S. K & S. Setiati (Eds), Buku ajar ilmu penyakit dalam jilid III edisi v. Jakarta: InternaPublishing.

Sugiarto, I. (2013). Faktor risiko yang berhubungan dengan terjadinya ulkus diabetik pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di RSUD. dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Skripsi. Purwokerto: Universitas Jenderal Soedirman.

Suryabrata, S. (2005). Metodologi penelitian. Jakarta: PT. Raja Grafindo Pratama Suyono, S. (2006). Buku ajar ilmu penyakit dalam. (Edisi 3). Jakarta;Pusat penerbit Departemen Penyakit Dalam FKUI

Trisnawati, S., Widarsa, T., & Suastika, K.(2013). Faktor risiko diabetes mellitus tipe 2 pasien rawat jalan di puskesmas wilayah kecamatan denpasar selatan. Denpasar : Universitas Udayana

Veves, A., & Lyons, T. E. (2007). Foot care in older adults with diabetes mellitus. In M. N. Munshi & L. A. Lipsitz (Eds.), Geriatric diabetes. New Tork: Informa Healthcare USA.

Waspadji, S. (2006). Kaki diabetes. In A. W. Sudoyo, B. Setiyohadi, I. Alwi, M. S. K & S. Setiati (Eds.), Buku ajar ilmu penyakit dalam. Jakarta: Penerbit FK UI.

Waspadji, S. (2009). Kaki diabetes. In A. W. Sudoyo, B. Setiyohadi, I. Alwi,M. S. K & S. Setiati (Eds V), Buku ajar ilmu penyakit dalam. Jakarta: Interna Publising

Wicak. (2009). Have fun with diabetes mellitus. Bandung Triexs media book.

Yadav, R., Tiwari, P., & Dhanaraj, E. (2008). Risk factors and complications of type 2 diabetes in Asians. 9.

Yanti. (2008). Faktor-faktor Risiko Kejadian Penyakit Jantung Koroner pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 (Studi Kasus di RSUP Dr. Kariadi Semarang). Jurnal Epidemiologi.

Zahtamal., Chandra, F., & Restuasturi, T. (2007). Faktor-faktor risiko pasien diabetes melitus. Riau: Universitas Riau.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.