Studi Deskripsi Inovasi Bisnis Pariwisata Kuliner Tradisional Khas Suku Osing

Priangga Eko S, Achmad Iqbal, Raup Padillah

Abstract


Keanekaragaman kuliner di Kabupaten Banyuwangi terus berkembang dan harus bersaing dengan produk olahan pangan dari luar daerah. Berbagai upaya pelestarian budaya melalui wisata kuliner dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah daerah setempat dalam upaya pelestarian kuliner khas daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan deksripsi inovasi bisnis pariwisata kuliner tradisional khas suku Osing pada pusat jajanan serba ada (Pujasera) di Kabupaten Banyuwangi. Penelitian dilakukan secara deskriptif dengan menggali informasi di lapangan. Penggalian data dilakukan dengan metode observasi dan wawancara dengan menggunakan perspektif Business Model Canvas (BMC) dan VRIO. Penelitian dilakukan pada empat pasar PUJASERA terkenal yang ada di Banywuangi. Wawancara narasumber terdiri dari konsumen, tenant dan stakeholder yang tersebar di 25 Kecamatan Banyuwangi. Dari hasil identifikasi dapat diketahui tingkat pengetahuan konsumen terkait makanan khas suku osing adalah sego tempong, rujak soto, dan pecel pitik dengan tingkat Pengetahuan terhadap makanan khas tersebut diatas 80%. Hasil identifikasi perilaku konsumen yang tersebar di 25 Kecamatan yang ada di Banyuwangi terkait makanan dan jajanan khas suku osing, rekomendasi makanan khas suku osing sebagai produk yang paling diminati antara lain; sego tempong, rujak soto, dan pecel pitik. Untuk jajanan khas yang paling diminati konsumen antara lain; cenil, ketan kirip, dan bagiak. Hasil identifikasi kompetensi tenant terkait produksi jajanan khas suku osing, dapat diketahui sebesar 50% menguasai olahan orog-orog, cenil, dan ketan kirip, 25% menguasai olahan bolu kluwuk, lanun, awuk ketan, dan untuk dua jajanan bagiak dan untir-untir tidak dikuasai secara keseluruhan. Hasil identifikasi, inovasi yang dilakukan oleh stakeholder selama ini adalah dengan melakukan perbaikan kemasan sebesar 75% dan variasi olahan sebesar 25%. Stakeholder belum pernah sama sekali mencoba inovasi branding maupun endorse. Hasil identifikasi tersebut menjadi bahan kajian peneliti untuk merumuskan kosnep inovasi bisnis kuliner di Banyuwangi, khususnya pada kuliner tradisional sebagai salah satu upaya dalam melestarikan salah satu produk kearifan lokal suku osing.


Keywords


bisnis pariwisata; kuliner tradisional; suku osing

Full Text:

PDF

References


Arum Kusumaningtyas, Bambang Wibisono, Kusnadi, 2013. Penggunaan Istilah Makanan

dan Jajanan Tradisionalpada Masyarakat di Kabupaten Banyuwangi. Sebuah Kajian Etnolinguistik, Publika Budaya, Vol 1 (1) Universitas Jember.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. 2013. Peran Koperasi Dalam Mendukung Pengembangan dan Penguatan UMKM di Kabupaten Banyuwangi. Laporan Akhir.

Barney, Jay. B. & Herterly, W. 2012. Strategic Management & Competitive Advantage. Pearson Education, Prentice Hall Publishing.

Ida Bagus Brata, 2016. Pasar Tradisional Di Tengah Arus Budaya Global, Jurnal Ilmu Manajemen (JUIMA), e-ISSN 2549-8843, FKIP Universitas Mahasaraswati Denpasar.

Katalog. Tamasya Rasa Bumi Blambangan, Kuliner Khas Banyuwangi, Warisan Resep leluhur dari generasi ke generasi. Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi.

Novitri Eka Yunita, 2017. Analisis Potensi Umkm Di Oops! Pujasera Way Halim Kota Bandar Lampung Dalam Perspektif Ekonomi Islam. Skripsi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Raden Intan, Lampung.

Osterwalder, Alexander. & Pigneur, Yves, 2010. Business Model Generation, Published by John Wiley & Sons, Inc., Hoboken, New Jersey.

Ottenbacher, Michael C. & Harrington, Robert. J. (2009). The product innovation process of quick-service restaurant chains. International Journal of Contemporary Hospitality Management, Vol. 21 Iss 5 pp. 523 -541.

Pujasera, https://id.wikipedia.org/wiki/Pujasera, dikutip 11 Agustus 2019, 10.59 WIB.

Risa Rahmalianti, Mirna Nur Alia. A, Dony Riyadi, 2016. Pelestarian makanan tradisional Kejos sbagai sumber karbohidrat di desa Tarikolot kecamatan Jatinunggal Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat. http://ejournal.upi.edu/index.php/gastur/article/view/3585, Diunduh 14 Agustus 2019, 17.16 WIB.

Saleh, Ismail, 2012, Tesis, Sustainable Culinary Tourism in Puncak Bogor, IPB, Bogor.

Siti Martiā€™ah, Taufik, Khoirul Umam, 2013. Meningkatkan Minat Masyarakat Terhadap Produk Kuliner Tradisional Jakarta, Laporan Penelitian Dosen Pemula, Fakultas Teknik Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Program Studi Teknik Informatika, Universitas Indraprasta PGRI Jakarta.

Teresa Alexandra Lenggono Tedjowidjojo, 2016. Perancangan Interior Sentra Kuliner dan Jajanan Pasar Khas Jawa Timur di Surabaya, AGORA Vol. 5, No. 1. Program Manajemen Bisnis, Program Studi Manajemen, Universitas Kristen Petra, Surabaya.

Tito Fahrudin, 2015, Aktivitas Public Relations di Pusat Jajanan Selera Rakyat Banjarnegara Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Banjarnegara. Skripsi, Fakultas Ekonomi, Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran. Universitas Negeri Yogyakarta.

Utami Rahmawaty, Yuni Maharani, 2013. Pelestarian Budaya Indonesia Melalui Pembangunan Fasilitas Pusat Jajanan Tradisional Jawa Barat, Jurnal Virtual Art and Design, Vol 2 No 1, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Program Studi Sarjana Desain Interior, Institut Teknologi Bandung.




DOI: https://doi.org/10.32528/jsmbi.v10i2.4104

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

View My Stats