IMPLEMENTASI STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) PADA PELAYANAN PUBLIK BIDANG PELAYANAN KESEHATAN (STUDI KASUS PADA RUMAH SAKIT UMUM dr. H. KOESNADI BONDOWOSO)

Untung Kuzairi, Hary Yuswadi, Agus Budiharjo, Himawan Bayu Patriadi

Abstract


Implementasi kebijakan kesehatan yang dijalankan oleh rumah sakit salah satunya adalah standar pelayanan minimal (SPM). SPM merupakan tolak ukur mutu pelayanan rumah sakit dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Berbicara permasalahan mutu pelayanan kesehatan, ditemukan fakta lapangan di RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso pada tahun 2016 bahwa pencapaian indikator SPM RS masih belum memenuhi target indikator pedoman standar pelayanan rumah sakit Tipe B dan standar pelayanan minimal (SPM) rumah sakit. Hal ini menunjukkan bahwa mutu pelayanan kesehatan di RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan hambatan dalam implementasi kebijakan SPM RS di RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa kendala dan hambatan yang dapat menjadi faktor yang mempengaruhi implementasi SPM di RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso meliputi komunikasi, struktur birokrasi, sumber-sumber, disposisi (sikap) dan ego sektoral. Dari sekian faktor yang ada, faktor yang paling banyak peranannya dalam menghambat implementasi di rumah sakit ini yaitu ego sektoral pada pelayanan medis. Ego sektoral terbentuk dari pendidikan Sumber Daya Manusia (SDM) medis. Ego sektoral tersebut dapat diminimalisir dengan menerapkan beberapa hal meliputi gaya kepemimpinan yang mendukung dan penerapan prinsip transparansi, peran inidividu dengan membangun komunikasi intepersonal dan menerapakan manajemen pengelolaan konflik, serta nilai dan sikap dengan menerapkan budaya organisasi yang mendukung dan menumbuhkan motivasi individu untuk memberikan pelayanan sesuai dengan SPM. Ego sektoral pelayanan kesehatan mengacu pada adanya rasa yang berlebihan dari suatu hubungan kerja di pelayanan kesehatan rumah sakit. Hal inilah yang kemudian menyebabkan implementasi SPM di RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso tidak berjalan dengan baik.

Kata kunci: Rumah Sakit, SPM, Implementasi, Ego Sektoral

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Aiyub dan Puji Astuti. (2016). Tujuan yang Digunakan dalam Pelayanan Kesehatan Jiwa di Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh. Idea Nursing Journal Vol. VII No.3 2016. . [Accessed 10th December 2016]

Cinar, et.al. (2012). Conflict Management and Visionary Leadership: An Application in Hospital Organizations. Procedia - Social and Behavioral Sciences 58 ( 2012 ) 197 – 206. . [Accessed 10th December 2016]

Dunn, William, N. (2003) Pengatar Analisis Kebijakan Publik. Edisi kedua, Cetakan Kelima. Gajah Mada University Press: Yogjakarta.

Edwards III, George C. 1980. Implementation Public Policy. Washington D: Congressional Quarterly Inc.

Handayani, Fitri. 2012 [Internet]. Available from: . [Accessed 14th July 2016].

Hasibuan, Malayu S.P. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia. Penerbit PT. Bumi Aksara: Jakarta.

Hsi-Chi, et.al. 2013. The Influence Of Hospital Organizational Culture On Organizational Commitment Among Nursing Executives. African Journal of Business Management Vol.6 (44), pp. 10888-10895.< http://www.academicjournals.org>. [Accessed 10th December 2016]

Joanna, Szyrocka. 2014. Employee’s Motivation At Hospital As A Factor Of The Organizational Success. [Accessed 10th December 2016]

Kemenkes RI. 1994. Direktorat Jendral Pelayanan Medik Departemen Kesehatan. Pengelolaan Mutu Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia: Jakarta.

Kemenkes RI. 2008. Surat Keputusan Menteri Kesehatan Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. Kemenkes RI: Jakarta.

Kristiansen, et.al. 2009. Public Sector Reforms and Financial Transparency: Experiences from Indonesian Districts. Contemporary Southeast Asia Vol. 31, No. 1(2008) pp 64-87. < http://www.academia.edu> [Accessed 10th December 2016]

Miles, Matthew B dan A Michael Huberman. 2007. Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Tentang Metode-Metode Baru. Cetakan Pertama. UI Press: Jakarta.

Moleong, J. Lexy. 2012. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Cetakan ketigapuluh. PT Remaja Rosdakarya Offset.

Mosadeghrad, Ali M. 2014. Factors Influencing Healthcare Service Quality. Int J Health Policy Manag 2014 Jul; v.3(2): 77–89. . [Accessed 10th December 2016]

Sutoto. 2009. Mutu Pelayanan Dalam Pedoman Akreditasi Rumah Sakit. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia: Jakarta.

Suwanto. 2011. Asas-asas Manajemen Sumber Daya Manusia. Suci Press: Bandung.

Warshawsky, et.al. 2014. The Influence of Interpersonal Relationships on Nurse Managers' Work Engagement and Proactive Work Behavior. Nurse Administration Journal. < https://www.ncbi.nlm.nih.gov> [Accessed 10th December 2016]

Winarno, Budi. 2008. Kebijakan Publik: Teori dan Proses. Media Pressindo: Yogyakarta.

Winarno, Budi. 2014. Kebijakan Publik: Teori, Proses dan Studi Kasus. Cetakan Kedua. PT Buku Seru: Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) POLITICO