Perilaku Gumunan: Memperluas Kajian Perilaku Pemilih Jawa

Arga Sevtyan, Wawan Sobari, Hilmy Mochtar

Abstract


ABSTRAK

 

Penelitian bertujuan untuk mengkaji perilaku pemilih masyarakat jawa dengan metode kualitatif studi kasus Pemilukada di Kabupaten Trenggalek tahun 2015. Penelitian terdahulu yang mengkaji perilaku pemilih masyarakat jawa di Indonesia adalah Geertz (1960) dan Gaffar(1992). Dinyatakan bahwa perilaku memilih melalui pendekatan politik aliran dengan orientasi memilih sosio relijius dan sosio personal. Sobari (2016) menyatakan bahwa perilaku pemilih berdasarkan pendekatan orientasi kelompok dalam masyarakat jawa. Artikel tersebut melihat perilaku pemilih jawa melalui pendekatan sosio kultur masyarakat jawa. Pemilukada Kabupaten Trenggalek 2015 dimenangkan oleh pasangan Emil Elestianto dan Mochamad Nur Arifin sebagai penantang petahana. Masyarakat Trenggalek mayoritas adalah suku jawa yang menganut budaya mataraman dengan nilai feodalistik. Perilaku “gumunan” merupakan temuan unik dalam memperluas tentang kajian perilaku pemilih jawa. Budaya sikap “gumunan” falsafah jawa bermakna mudah kagum dan heran pada kekayaan, kecerdasan, kebangsawanan orang lain. Konteks Pemilukada Trenggalek perilaku pemilih “gumunan” berarti masyarakat cenderung mudah terkesan pada janji kampanye serta penampilan luar kandidat namun tidak dapat menilai apakah itu rasional atau tidak bagi kesejahteraan. Sikap “gumunan” dipengaruhi perilaku afektif meliputi cara menilai sesuatu dengan emosional, seperti perasaan, nilai, penghargaan, antusiasme, motivasi, dan sikap. Hal tersebut mejadikan rasionalitas semu pada pemilih jawa.

Kata Kunci: Perilaku Pemilih, Pemilih Jawa, Falsafah Jawa, Pemilukada, Mataraman

 

 ABSTRACT

 

The voters behavior in Javanese society becomes a review in this article. The purpose of this article is to expand the study of Javanese voter behavior. This research used qualitative method using case study approach at General Election of Trenggalek Regency in 2015. Previously there were many scientists that discussed about voter behavior in Indonesia especially in Javanese society such as Geertz (1960) and Gaffar (1992). Both explain the behavior of choosing through the “politik aliran” approach with the orientation of choosing socio-religious and socio-personal. Another opinion about the behavior of Javanese voters put forward by Sobari (2016) which explained voter behavior based on group orientation approach in Javanese society. This article tries to capture the behavior of Javanese voters through socio-cultural approach in Javanese society. This study was conducted on the General Election of Trenggalek in 2015 was won by Emil Elestianto and Mochamad Nur Arifin as incumbent challengers. In Trenggalek,Majority civilian is Javanese tribe who embrace the culture of mataraman with feudalistic value. The behavior of "gumunan" is a unique finding in expanding on the study of Javanese voter behavior. "Gumunan" attitudes in the philosophy of life in Javanese people means easily amazed and marveled at the wealth, intelligence, nobility of others. In the context of General Election of Trenggalek, voter behavior of "gumunan" means people tend to be easily impressed by campaign promises and outside appearance of the candidate but unable to assess whether it is rational or not for welfare."Gumunan" was influenced by the affective behavior, including how to judge things emotionally, such as feelings, values, appreciation, enthusiasm, motivation, and attitude.This makes a pseudo rationality in Javanese voters.

Key words:Voter Behavior, Local Election, Javanese Voters, Javanese Philosophy, Mataraman

 


Full Text:

PDF

References


Buku

Creswell, W. J, (2014). Penelitian Kualitatif & Desain Riset. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Creswell, W.J, (2013). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Berg, B. L, (2007). Qualitative Research Methods for The Social Sciences. Boston: Pearson Education, Inc.

Bloom B., B. Mesia, and D. Krathwohl (1964). Taxonomy of Educational Objectives (two vols: The Affective Domain & The Cognitive Domain). New York. David McKay.

Gaffar, Afan,(1992). Javanese Voters: A Case Study of Election under a Hegemonic Party System. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Geertz, Clifford,(1960). The Religion of Java. London: Free Press of Glencoe.

Hardjowirogo, Marbangun , (1989). Manusia Jawa. Jakarta: CV. Haji Masagung

Miles & Huberman, 1992, Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Tentang Metode-Metode Baru/Matthew B. Miles, A. Michael Huberman. Terj. Tjetjep Rohendi Rohidi. Jakarta: UI Press.

Mulder, Niels, (1973). Kepribadian Jawa dan Pembangunan Nasional, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Nurcholis, (2015). Fenomena Perilaku Sosial Pemilih Pada Pilpres Tahun 2014 Di Kabupaten Trenggalek. Laporan Penelitian. KPU Kabupaten Trenggalek.

Niemi, R. G., & Weisberg, H. F. (1984). Controversies in voting behavior 2nd. Washington DC: CQ Press.

Roth, Dieter, (2009). Studi Pemilu Empiris: Sumber, Teori-teori, Instrumen dan Metode. Jakarta: Lembaga Survei Indonesia.

Salim, A, (2001). Teori dan Paradigma Penelitian Sosial (Pemikiran Norman K. Denzin, dan Egon Guba, serta Penerapannya). Yogyakarta: Tiara Wacana.

____________, (2016) Dokumen RPJMD Kabupaten Trenggalek 2016-2021.

Na’im, A&Syaputra, H (2011). Kewarganegaraan, suku bangsa,agama dan bahasa sehari-hari penduduk Indonesia: Hasil sensus penduduk 2010. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Polit, P.F, Beck, C.T & Hugler (2001). Essential of Nursing Reaserch: Methods Appraisal and utilization. Philadelpia: J.B Lippincott.

Jurnal

Asfar, Muhammad (1997). Pergeseran Otoritas Kepemimpinan Kiai.Jurnal Ilmu Politik, No.17, tahun 1997.

Chalik, Abdul, (2011). Islam Mataraman dan Orientasi Politiknya Dalam Sejarah Pemilu di Indonesia. ISLAMICA, Vol. 5, No. 2, Maret 2011: 269-277

Curran, Michael. D (2008). Affective Intelligence, The Political Persuasion Process, And Outcome Intent: An Experimental Test. The University of Arizona.Dissertation

Leni, Nurhasanah (2012). Demokrasi Dan Budaya Politik Lokal di Jawa Timur Menurut R. Zuhro, Dkk.Jurnal TAPIs Vol.8 No.1 Januari - Juni 2012: 20-39.

Liddle, R. William & Mujani, Saiful (2007). Leadership, Party, and Religion: Explaining Voting Behavior in Indonesia. Comparative Political Studies 40(7): 832–857.

Mujani, Saiful & Liddle, R. William (2010).Personalities, Parties and Voters. Journal of Democracy 21(2): 35–49.

Sobari, Wawan, (2016). Anut Grubyuk in the Voting Process: The Neglected Explanation of Javanese Voters. Southeast Asian Studies, Vol. 5, No. 2, August 2016 :239–268

Yustiningrum, RR. E &Ichwanuddin, Wawan (2015). Partisipasi Politik dan Perilaku Memilih Pada Pemilu 2014. Jurnal Penelitian Politik LIPI, Volume 12, No. 1 Juni 2015 : 117–135

Artikel Online

Marcus, George E. (2017). How Affective Intelligence Theory Can Help Us Understand Politics. Diakses pada 4 Februari 2018, dari http://emotionresearcher.com/how-affective-intelligence-theory-can-help-us-understand-politics/

Sutarto, Ayu (2006). 10 Pembagian Wilayah Jawa Timur.Diakses pada 4 Februari 2018. Dari: http://digilib.its.ac.id/ public/ITS-Undergraduate-14190-chapter-1pdf.pdf.

Wasono, Hari. T. (2015). Tempo edisi Senin, 19 Oktober 2015. Dari:https://nasional.tempo.co/read/711003/suami-arumi-bachsin-populer-pesaing-ragukan-hasil-survei. diakses pada 20 Desember 2017. Pukul 20.00 WIB




DOI: https://doi.org/10.32528/politico.v18i2.1655

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 POLITICO

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View My Stats