ANALISIS KOMPARATIF USAHATANI KENTANG ATLANTIK DAN KENTANG GRANOLA DI KECAMATAN SEMPOL

Tiyas Anggraeni Juiwati, Henik Prayuginingsih, Saptya Prawitasari

Abstract


Kentang merupakan tanaman sayuran unggulan yang memiliki potensi untuk berkembang di Indonesia, maka tujuan penelitian ini adalah : (1) Menganalisis perbedaan biaya produksi antara usahatani kentang atlantik dan kentang granola. (2) Menganalisis perbedaan keuntungan antara usahatani kentang atlantik dan kentang granola, dan (3) Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani kentang.  Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data yang terkumpul di  analisis menggunakan uji-z dan Cobb-Dauglas. Berdasarkan hasil penelitian dapat di simpulkan : (1) Ada perbedaan biaya produksi antara usahatani kentang atlantik dan kentang granola namun secara statistik tidak berbeda nyata pada taraf kepercayaan 90%. Biaya produksi kentang granola lebih tinggi yaitu sebesar Rp 22.500.279 sedang kentang atlantik lebih rendah yang sebesar Rp 22.146.941. (2)  Ada perbedaan keuntungan antara usahatani kentang atlantik dan kentang granola, secara statistik berbeda nyata pada taraf kepercayaan 99%. Keuntungan usahatani kentang granola lebih tinggi yaitu sebesar Rp 37.027.999/ha dibandingkan kentang atlantik yang sebesar Rp15.700.553/ha dan .(3) faktor-faktor yang berpengaruh dan signifikan terhadap produksi usahatani kentang adalah bibit, pupuk, tenaga kerja dan varietas, sedangkan faktor luas lahan dan pestisida berpengaruh positif tetapi secara statistik tidak signifikan terhadap produksi usahatani kentang di Kecamatan Sempol, Kabupaten Bondowoso.

Keywords


Biaya, Keuntungan, Kentang

Full Text:

PDF

References


Anggriawan AU. 2011. Efisiensi teknis Usahatani Kentang dan Faktor yang Mempengaruhi di Kecamatan Banjarnegara {Skripsi}. Bogor.

Ashandi A. A. 1995. Meningkatkan Produksi Kentang. Balai Penelitian Hortikultura Lembang. Jakarta: Departemen Pertanian.

BPS Indonesia. 2015. Indonesia Dalam Angka. Badan Pusat Statistik Indonesia. Indonesia.

BPS Kabupaten Bondowoso, 2016. Kabupaten Bondowoso Dalam Angka Tahun 2017. Bondowoso.

Samadi, B, Ir. 2007. Kentang dan Analisis Usahatani Edisi Revisi. Kanisius: Hortikultura. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.

Sihombing, L. 2005. Analisis Tataniaga Kentang di Propinsi Sumatera Utara. Kultura 40:2.

Singarimbun, M. 1985. Metode Penelitian Survei. Jakarta: P3ES.

Soekartawi, Soeharjo A, Dillon JL, Hardaker JB. 1986. Ilmu Usahatani dan Penelitian untuk Pengembangan Petani Kecil UI-Press. Jakarta.

Sutiarso. 2010. Analisis Regresi Sederhana, Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian. Universitas Muhammadiyah Jember. Jember

Supranto, J 2009. Statistik Teori dan Aplikasi, Edisi Ketijuh Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Wattimenna G. A . 2000. Pengembangan Propagol Kentang Bermutu dan Kultivar Kentag unggul dalam Mendukung Peningkatan Produksi Kentang di Indonesia. Orasi Ilmiah Guru Besar Tetap Hortikultura. Fakultas Pertanian. Bogor.




DOI: http://dx.doi.org/10.32528/agribest.v2i2.1625

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Agribest

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

INDEXSING SERVICES

                            

 

View My Stats