Perencanaan Jalan Penghubung dan Tebal Perkerasan Jalan Jalur Lintas Selatan di Kabupaten Jember
Abstract
Jalan Jalur Lintas Selatan (JLS) di Kabupaten Jember merupakan infrastruktur strategis yang mendukung konektivitas utama dan pertumbuhan ekonomi wilayah. Hingga tahun 2025, sebagian segmen Jalan JLS di wilayah selatan Jember belum terselesaikan, sementara pembangunan ruas jalan tersebut diiringi dengan pembangunan jalan penghubung di sekitarnya. Jalan penghubung memerlukan perencanaan rute dan ketebalan perkerasan yang disesuaikan dengan umur rencana serta proyeksi beban lalu lintas. Penelitian ini mengkaji kinerja jalan penghubung di Kecamatan Wuluhan melalui evaluasi derajat kejenuhan dan penentuan ketebalan perkerasan optimal berdasarkan metode Bina Marga 2017. Data dikumpulkan melalui survei volume kendaraan, pengujian daya dukung tanah, dan analisis parameter lalu lintas sesuai peraturan kinerja jalan indonesia 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai derajat kejenuhan meningkat dari 0,16 di tahun 2025 (kategori A) dan 0,35 di tahun 2045 (kategori B). Rekomendasi struktur perkerasan dimulai dari bawah ke atas meliputi lapisan pondasi agregat kelas A (30 cm), aspal beton–lapisan pondasi (8 cm), aspal beton–lapisan antara (6 cm), dan aspal beton–lapisan aus (4 cm) dengan total ketebalan 48 cm. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah untuk pengembangan infrastruktur jalan yang berkelanjutan dan mampu mengakomodasi pertumbuhan lalu lintas jangka panjang.
Kata Kunci: Jalan JLS; Jalan Penghubung; Jember; Tebal Perkerasan.Full Text:
PDFReferences
Asian Development Bank. (2022). Sustainable transport and long-term economic benefits. ADB Reports.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Jember. 2024. Perkembangan Banyaknya Kendaraan Menurut Jenis Kendaraan Berdasarkan Catatan Kepolisisan Resort Jember. Jember: BPS.
Badan Pusat Statistik. 2024. Jumlah Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota Jember di Provinsi Jawa Timur. Jawa Timur: BPS.
Direktorat Jenderal Bina Marga Kemen PU RI. Pedoman Desain Perkerasan Jalan Nomor 02/M/BM/2017. Jakarta, 2017.
Direktorat Jenderal Bina Marga, 2019. Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI). Jakarta, 2019.
Firdaus, M., et al. (2023). Analisis Tebal Perkerasan Jalan tanpa Estimasi Biaya: Studi Kasus Jalan Kabupaten. Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UNEJ, 1(1), 78-89.
Fithra, A., Hermawan, F., & Yudhistira, M. H. (2021). Evaluating urban road performance based on traffic congestion and geometric design: Evidence from Banda Aceh, Indonesia. International Journal of Transportation Science and Technology, 10(3), 234–245.
Friman, M., Ettema, D., & Olsson, L. E. (2021). Quality attributes of public transport that attract car users. Transportation Research Part A: Policy and Practice, 132, 78–89.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2021). Buku putih jalan: Kebijakan pengembangan jalan nasional.
Kementerian PPN/Bappenas. (2023). Laporan pembangunan berkelanjutan 2023: Infrastruktur untuk pemerataan. Bappenas.
Nugroho, A., Santoso, B., & Rahman, F. (2023). Dampak infrastruktur jalan lintas selatan terhadap konektivitas regional: Studi kasus di Jawa Timur, Indonesia. Jurnal Pengembangan Infrastruktur Transportasi, 12(3), 45-60.
Nurhayati, S., & Firmansyah, R. (2022). Analisis pengaruh hambatan samping terhadap kapasitas jalan pada ruas jalan perkotaan. Jurnal Transportasi, 15(1), 45–54.
Prasetyo, D., & Nugroho, A. (2021). Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur dengan Metode Bina Marga 2017 untuk Jalan Penghubung. Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil, 5(1), 89–98.
Saputra, A., & Widodo, B. (2021). Analisis kapasitas jalan perkotaan berdasarkan kondisi geometrik dan arus lalu lintas. Jurnal Transportasi, 18(2), 77–86.
Sari, D. P., & Putra, H. W. (2022). Optimalisasi waktu tempuh dan biaya logistik melalui integrasi jalan tol: Bukti dari rute selatan Jember. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Indonesia, 8(2), 112-125.
Suryawan, I. K., et al. (2022). "Analisis Volume Lalu Lintas untuk Evaluasi Kinerja Jalan: Studi Kasus di Jawa Timur". Jurnal Infrastruktur, 8(1), 45-60.
Susanto, A., Wijaya, B., & Putri, D. (2021). Akses transportasi dan pembangunan wilayah terpencil di Indonesia. Jurnal Perencanaan Wilayah, 15(2), 112–130.
Syaiful, M., Rahman, A., & Hidayat, R. (2022). Analisis volume lalu lintas dan nilai ekuivalen kendaraan ringan di jalan perkotaan. Jurnal Rekayasa Sipil, 18(3), 145–153.
Taufan A, Irawati, 2021, Penelitian JLS terhadap Taman Nasional Meru Betiri, Universitas Jember. Jember, 2021.
Wibowo, R., & Hadi, S. (2021). Tantangan koordinasi pemerintah dalam pembangunan infrastruktur. Penerbit Universitas Indonesia.
Wirosoedarmo, R., et al. (2021). "Evaluasi Kinerja Perkerasan Lentur dengan Metode CBR dan DCPT di Daerah Pedesaan". Jurnal Teknik Sipil, 15(3), 210-225.
Zhang, L., Chen, Y., & Wang, H. (2022). Transportation infrastructure and rural development: A meta-analysis. Journal of Sustainable Infrastructure, 7(3), 45–60
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.