PELATIHAN MEMBACA AL-QUR’AN YANG BAIK DAN BENAR MELALUI METODE QIRA’ATI

Badrut Tamami

Sari


Pengabdian kepada masyarakat dilakukan kepada masyarakat umum, dan yang menjadi sasaran pengabdian adalah kelompok pengajian muslimat al-bayyinah desa Yosorati Kec. Sumberbaru Kab. Jember.Pengabdian ini berupa Pelatihan membaca Al-qur’an yang baik dan benar melalui metode Qira’ati, pelaksana terlebih dahulu mensurvei dilapangan apa saaja kebutuhan masyarakat yang saat ini diperlukan. Dalam upaya memasyarakatkan Al Quran, saat ini muncul berbagai macam metode yang cukup membantu mempermudah proses belajar membaca Alquran dengan baik dan benar. Namun masalah secara umum yang ditemui dalam pengajaran Al quran saat ini adalah : Mutu Pendidikan, Kualifikasi Ustad Pengajar, Lama Waktu Belajar Tidak Pasti, Metode Pembelajaran yang dipakai kurang / tidak dikuasai.   Berdasarkan pelaksanaan Pelatihan membaca Al-qur’an yang baik dan benar melalui metode Qira’ati di Dusun Krajan Lor Desa Yosorati Kec. Sumberbaru Kab. Jember adalah standar kualitas hasil belajar para ibu-ibu tidak sama.antara yang satu dengan yang lain, dikarenakan perbedaan latar belakang pendidikan yang pernah ditempuh dan juga lingkungan keluarga, tiap jamaah muslimat pasti berbeda dalam penyerapan materi, semestinya memang tidak bisa seragam 100%, namun jenjang perbedaan yang terlalu jauh menunjukkan bahwa ada sesuatu yang kurang dalam proses pembelajaran, baik itu dari unsur, ustad, sarana, ataupun metode yang dipakai. Berkembangnya berbagi metode membaca Alquran saat ini, memang memperkaya variasi proses belajar, namun apabila penggunaan metode yang dipilih oleh guru ngaji maupun lembaga, tidak mentaati standar yang disyaratkan oleh pembuat metode, maka sejak proses pembelajaran sampai dengan produk yang dihasilkan pasti tidak standar. Banyak dijumpai di lingkungan masyarakat kita, bahwa ratio guru ngaji dengan jumlah santri tidak seimbang. Jumlah guru ngaji lebih sedikit dibandingkan santri yang siap diajar, itupun dengan kualitas guru yang tidak merata, bahkan ditemukan ustad yang bermodalkan nekat karena tidak adanya guru ngaji yang siap ngajar. Tidak jarang juga kita jumpai, orang yang bagus bacaan Alquran-nya, tapi tidak bisa / tidak mau / Tidak sempat mengajar Al quran, sementara ada yang semangat mengajar, tapi kemampuannya sangat terbatas. Maka dari itu pelaksana berupaya melaksanakan tri dharma perguruan tinggi sebagai kwajiban seorang pendidik / dosen untuk mengabdikan dirinya kepada masyarakat untuk mengajarkan cara membaca Al’quran dengan baik dan benar di Dusun Krajan Lor Desa Yosorati Kec. Sumberbaru Kab. Jember

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Nur, Muhammad Qadirun, 2001.Ikhtisar Ulumul Qur’a Praktis. Jakarta. Pustaka Amani.

Ash- Shabuni, Muhammad Ali. 2003. At-tibyan Fi Ulumil Qur’an. Jakarta. Darul Kutub Al- Islamiyah.

Al-Qattan, Manna Khalili Ulumil Qur’an. Surabaya. Al-hidayah.

Al-qodi, Abdul Fattah Abdul Ghoni. 2009. Al-Wafi fi Syarhi Asy-Syatibiy. Mesir. Dar el- Islam.

Rahmat Syafei, 2006. Pengantar Ilmu Tafsir, bandung : Pustaka Setia.

Rosihin Anwar, Ulumul Qur’an, Bandung : Pustaka Setia.

Quraish Shihab, dkk. 1999. Sejarah dan Ulumul Qur’an. Jakarta.

Soleh Dahlan, 2000. Asbabun Nuzul (Latar Belakang Historis turunnya Ayat-ayat AlQur’an).Bandung. CV. Diponegoro Bandung.

Firdiana, Deni. 2003. Efisiensi Buku qiraati dalam pengajaran Al-Qur’an (di LPI Al Hikmah Surabaya). Surabaya.LPI Al- Hikmah.

Surasma, Otong. 2002. Metode Insan Kunci Praktis membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Jakarta. Gema Insani.

http://dydyd0d0.wordpress.com/2010/01/07 penerapan metode Qiraati dalam pembelajaran Al-quran.

Achrom, Nur Shodiq, Koordinator Malang III, Pendidikan dan Pengajaran Sistem Qoidah Qira’ati, (Ngembul Kalipare). Pondok Pesantren Salafiyah Sirotul Fuqoha


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.