Analisis Eksperimental Pengaruh Jarak Klem Selang Pada Perilaku Lentur Balok Beton Bertulang Bambu

Muhtar Muhtar

Abstract


Mayoritas kegagalan balok beton bertulang bambu adalah kegagalan slip. Slip terjadi pada tulangan bambu disebabkan oleh kuat lekat antara tulangan bambu dengan beton tidak sempurna. Kuat lekat tidak sempurna akibat adanya perbedaan modulus elastisitas beton dan bambu.  Tujuan penelitian ini adalah menganalisa pengaruh jarak klem selang terhadap kuat lekat pada balok beton bertulang bambu. Balok yang digunakan adalah balok beton bertulang tunggal dengan ukuran 75 mm x 150 mm dengan panjang 1100 mm. Jenis bambu yang digunakan adalah bambu petung (Dendrocalamus asper). Variasi luas tulangan bambu adalah 150 mm2, 300 mm2, dan 450 mm2 dengan jarak klem selang 0 cm, 15 cm, 20 cm, dan 25 cm. Metode pengujian balok adalah metode empat titik. Analisis data pengaruh jarak klem selang terhadap kuat lekat dianalisis dengan ANOVA dua arah. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variasi jarak klem-selang (s) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kuat lekat (u), sedangkan untuk variasi luas tulangan (Ab) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tegangan lekat (u). Namun jika diuji secara parsial, pengaruh jarak klem-selang (s) terhadap kuat lekat (u) mempunyai pengaruh signifikan.


Keywords


Beton bertulang bambu; Kegagalan slip; Slip

References


Agarwal, A., Nanda, B., & Maity, D. (2014). Experimental investigation on chemically treated bambu reinforced concrete beams and columns. Construction and Building Materials, 71, 610–617. https://doi.org/10.1016/j.conbuildmat.2014.09.011

ASTM C 09. (2002). Standard Test Method for Flexural Strength of Concrete (Using Simple Beam with Third-Point Loading). In ASTM International. ASTM International.

Budi, A. S., Rahmadi, A. P., & Rismunarsi, E. (2016). Experimental Study of Flexural Capacity on Bambu Ori Strip Notched V Reinforced Concrete Beams. AIP Conf. Proc. 1788 - International Conference on Engineering, Science and Nanotechnology 2016 (ICESNANO 2016), 1788, 030052–1–030052–030057.

Dey, A., & Chetia, N. (2016). Experimental study of Bambu Reinforced Concrete beams having various frictional properties. Materials Today: Proceedings, 5(1), 436–444. https://doi.org/10.1016/j.matpr.2017.11.103.

Ghavami, K. (2005). Bambu as reinforcement in structural concrete elements. Cement and Concrete Composites, 27(6), 637–649. https://doi.org/10.1016/j.cemconcomp.2004.06.002.

Islam, S., Afefy, H. M., Sennah, K., & Azimi, H. (2015). Bond characteristics of straight- and headed-end, ribbed-surface, GFRP bars embedded in high-strength concrete. Construction and Building Materials, 83, 283–298. https://doi.org/10.1016/j.conbuildmat.2015.03.025.

Lestari, A. D., Dewi, S. M., & Wisnumurti. (2015). Pengaruh penambahan kait pada tulangan bambu terhadap respon lentur balok beton bertulangan bambu. 9(2), 81–87.

Maity, Agarwal, A., & Damodar. (2011). Experimental Investigation On Behaviour Of Bambu Reinforced Concrete Members. 16th International Conference on Composite Structures, 1–2.

Mali, P. R., & Datta, D. (2020). Experimental evaluation of bambu reinforced concrete beams. Journal of Building Engineering, 28, 101071. https://doi.org/10.1016/j.jobe.2019.101071.

Muhtar. (2020). Precast bridges of bambu reinforced concrete in disadvantaged village areas in Indonesia. Applied Sciences (Switzerland), 10(20). https://doi.org/10.3390/app10207158.

Muhtar, Dewi, S. M., Wisnumurti, & Munawir, A. (2019). Enhancing bambu reinforcement using a hose-clamp to increase bond-stress and slip resistance. Journal of Building Engineering, 26. https://doi.org/10.1016/j.jobe.2019.100896.




DOI: https://doi.org/10.32528/ipteks.v6i2.5491

Refbacks

  • There are currently no refbacks.