ANALISIS PERILAKU OPTIMALISASI PRODUKSI ASI PADA IBU POSTPARTUM BEKERJA DAN TIDAK BEKERJA DI WILAYAH PUSKESMAS SUMBERSARI JEMBER

Diyan Indriyani, Asmuji A

Abstract


Air Susu Ibu (ASI) sangatlah penting bagi bayi baru lahir karena merupakan sumber nutrisi utama. Banyak faktor yang mempengaruhi ASI terhambat untuk diproduksi secara optimal, padahal ASI ini yang sangat dibutuhkan oleh bayi. Faktor tersebut antara lain karena pengetahuan dan perilaku stimulasi produksi ASI yang belum maksimal, tertundanya pertemuan ibu dan bayi, dukungan suami kurang optimal, nutrisi yang kurang seimbang, ibu terlalu muda (pengalaman kurang) dan lain-lainnya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perilaku optimalisasi produksi ASI pada ibu postpartum bekerja dan tidak bekerja. Penelitian ini menggunakan desain Deskriptif Korelasional, dengan sampel 62 responden yang terbagi yaitu 30 ibu postpartum bekerja dan 32 ibu postpartum tidak bekerja yang ada di Wilayah Puskesmas Sumbersari Jember. Instrument yang digunakan yaitu kuesioner dan skala likert, dengan analisa data menggunakan Chi Square (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan perilaku pada ibu postpartum bekerja dan tidak bekerja terhadap optimalisasi produksi ASI, dengan P Value sebesar 0,043. Mengingat pentingnya ASI bagi bayi, maka direkomendasikan yaitu meskipun ibu bekerja disarankan tetap memiliki motivasi untuk mengoptimalkan produksi ASI, sedangkan pada ibu postpartum yang tidak bekerja disarankan menggunakan waktu sebaik-baiknya dalam mensukseskan perilaku mengoptimalkan produksi ASI.

Keywords


Perilaku, Produksi ASI, Postpartum, Bekerja dan Tidak Bekerja

Full Text:

PDF

References


Amalia, R. (2016). Hubungan Stres Dengan Kelancaran ASI Pada Ibu Menyusui Pasca Persalinan di RSI A.Yani Surabaya. Jurnal Ilmiah Kebidanan. Vol. 9.No.1. Februari 2016 hal 12-16. Publikasi http://journal.unusa.ac.id

Bobak, LM., Lowdermilk, D.L., & Jensen, M.D., (2005). (Alih Bahasa * Wijayarini, M.A). Buku Ajar Keperawatn Maternitas. Edisi 4. Jakarta : EGC

Depkes RI, (2004).Manajemen Laktasi, Buku Pedoman Bagi Bidan dan Petugas Kesehatan di Puskesmas. Jakarta : Depkes

Depkes RI, (2004). Indikator Indonesia Sehat (2010) dan Pedoman Penetapan Indikator Propinsi Sehat dan Kabupaten/Kota Sehat. Jakarta : Depkes

Indriyani, D. (2010). Pengaruh menyusui ASI dini dan teratur terhadap produksi ASI pada ibu postpartum dengan section caesaria. Journal, The Indonesian Journal of Health Science.Volume 1/ Nomor 1/Tahun2010.

Indriyani, D., Asmuji dan wahyuni, S. (2016). Edukasi Postnatal Dengan Pendekatan Family Centered Maternity Care (FCMC). Yogyakarta: Trans Medika.

Linkages, (2002). Melahirkan,Memulai Pemberian ASI dan Tujuh hari Pertama Setelah melahirkan, Minggu pertama yang Berisiko.http://www.linkagesproject.org.

Maga, I., Hakim, B.H.A dan Zulkifli, A. (2013). Faktor Determinan Produksi ASI Pada Ibu Menyusui Di Puskesmas Talang Jaya Kabupaten Gorontalo Propinsi Gorontalo. Politehnik kesehatan Gorontalo. Artikel Ilmiah: Publikasi http://pasca.unhas.ac.id.

Mulya, R., Rachmawati, I.N. (2013). Gambaran Pola Pemberian ASI Pada Ibu Bekerja Pada Komunitas Pendukung ASI. Artikel Ilmiah. Publikasi http://lib.ui.ac.id

Rahayu, D.P dan Mahanani, S.N. (2012). FaktorFaktor Yang Mempengaruhi Produksi ASI Pada Ibu Nifas. Stikes RS. Baptis Kediri. Artikel Ilmiah. Publikasi http://stikesbaptis.ac.id

Suradi, R.(2004). Bahan Bacaan Manajemen Laktasi. Cetakan Kedua, Jakarta :Perkumpulan Perinatologi Indonesia.




DOI: https://doi.org/10.32528/ipteks.v2i2.1898

Refbacks

  • There are currently no refbacks.