Studi Pengaruh Lendutan Terhadap Beton Ringan Yang Tetap Terjaga Berat Penampang

M. Fikri hidayattulloh, Pujo Priyono, Muhtar Muhtar

Abstract


Lendutan dalam balok menggunakan nilai beton normal sebagai acuan dengan menggunakan beban terpusat dan tumpuan sendi rol. Dalam perhitungan lendutan menggunakan rumus SNI 03-2847-2019. Nilai lamda beton ringan mempunyai nilai lamda 0,75, 0,80, 0,85, 0,90 dan 1. Nilai berat balok menjadi empat yaitu 1400 kg/m3,1548 kg/m3,1699 kg/m3,1850 kg/m3 dan 2400 kg/m3. Dalam perhitungan menggunakan lendutan sesaat dan jangka Panjang menggunakan mutu beton (fc’) = 18,6 MPa , 20,7 MPa , dan 23 MPa. Sehingga nilai lendutan beton ringan yang nilainya mendekati beton normal yaitu di lamda 0,90 mempunyai berat balok 6493,5 kg/m mempunyai nilai rata-rata ∆/L 0,53% dari beberapa penampang yang paling optimum yaitu di penampang balok 450 mm x 600 mm dengan nilai ∆/L 0,51 %. Jadi dapat disimpulkan bahwa untuk pengaruh berat penampang beton ringan terhadap lendutan yaitu semakin kecil berat baloknya maka nilai ∆/L semakin besar. Disarankan menggunakan lamda di atas 0,90 jika menggunakan lamda dibawahnya nilai penampang perlu diperiksa Kembali untuk kemungkinan balok beton mengalami kelendutan yang membesar dan mengakibatkan keruntuhan.

Kata Kunci: Beton ringan, Berat balok, Lendutan.


Full Text:

PDF

References


Akbar, F., Ariyanto, A., & Edison, B. (2014). Penggunaan Tempurung Kelapa Terhadap Kuat Tekan Beton K-100. Jurnal Mahasiswa Teknik, 1(1), 1–11.

Badan Standardisasi Nasional. (1991). SK SNI T-15-1991-03 Tata cara perhitungan struktur beton untuk bangunan gedung.

Badan Standardisasi Nasional. (2000). SNI 03- 2834-2000 Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal.

Badan Standardisasi Nasional. (2002). SNI 03- 2847-2002 Tata cara perhitungan struktur beton untuk bangunan gedung (Beta version).

Badan Standardisasi Nasional. (2019). SNI 2847:2019 Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung dan penjelasan (ACI 318M-14 dan ACI 318RM-14, MOD).

Miswar, K. (2020). Pemanfaatan Batu Apung Sebagai Material Beton Ringan. Jurnal Teknik Sipil, 12(1), 25–32.

Mulyati, M., & Arkis, Z. (2020). Pengaruh Metode Perawatan Beton Terhadap Kuat Tekan Beton Normal. Jurnal Teknik Sipil ITP, 7(2), 78–84.

https://doi.org/10.21063/jts.2020.v702.05

Pala’biran, O. A., Windah, R. S., & Pandaleke,

R. (2019). Perhitungan Lendutan Balok Taper Kantlever Dengan Menggunakan SAP2000. Jurnal Sipil Statik, 7(8), 1039– 1048.

Park, R., & Paulay, T. (1975). Reinforced Concret Structures. John Wiley & Sons.

Priyono, P., & Nurtjahjaningtyas, I. (2021). DESAIN DAN ANALISIS: STRUKTUR BETON BERTULANG 1 (Edisi kedu). CV. REVKA PRIMA MEDIA.

Putra, D. M., & Widjaja, D. (2015). Hubungan Kuat Tarik Belah dengan Kuat Tekan Beton Ringan dengan Crumb Rubber dan Pecahan Genteng. Rekayasa Sipil, 4(2), 76–88.

Ahmad, H. H., Yanuar, S. F., & Hamduwibawa, R. B. (2022). Studi Pengaruh Jenis Semen Pada Campuran Beton 1: 2: 3. Jurnal Rekayasa Infrastruktur Hexagon, 7(2), 74-77.

Yanuar, S. F. (2019). Performa Kuat Lentur (In-Plane) Panel Beton Limbah Onyx Sebagai Beton Ekspose (Doctoral dissertation, Universitas Brawijaya).

Muhtar, M., Gunasti, A., Manggala, A. S., & PN, A. F. (2020). Jembatan Pracetak Beton Bertulang Bambu Untuk Meningkatkan Roda Perekonomian Masyarakat Desa Sukogidri Ledokombo Jember. Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS, 6(2), 161-170.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.