CYBERBULLYING PADA REMAJA SMA DI BANDA ACEH

Risana Rachmatan, Shella Rizky Ayunizar

Abstract


Remaja menggunakan internet sebagai salah satu contoh kemajuan teknologi
informasi dan komunikasi yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Efek yang muncul dengan adanya kemajuan teknologi bisa berdampak positif dan
negatif, salah satu dampak negatif yang ditimbulkan adalah cyberbullying. Pengakses
internet di Indonesia saat ini didominasi oleh remaja sebanyak 64%, hal ini
menyebabkan semakin banyaknya perilaku cyberbullying yang terjadi di kalangan
remaja Indonesia. Dalam membahas cyberbullying isu gender merupakan salah satu
yang banyak dibicarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan
perilaku cyberbullying ditinjau dari jenis kelamin pada remaja di kota Banda Aceh.
Sampel pada penelitian ini sebanyak 364 siswa SMA yang terdiri dari 182 siswa lakilaki dan 182 siswa perempuan. Sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan
metode probability sampling dengan teknik Multi-Stage Cluster dan Nonpropotionate
Stratified Random Sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Student Needs
Assessment Survey (SNAS) diajukan oleh Willard (2007). Hasil analisa menggunakan
Mann-Whitney U yang menunjukkan nilai Z sebesar 0,627 (p=0,474). Hasil penelitian
menyatakan tidak terdapat perbedaan perilaku cyberbullying antara remaja laki-laki
dan remaja perempuan di Banda Aceh. Dengan demikian jelas bahwa laki-laki
maupun perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk melakukan cyberbullying.


Keywords


Cyberbullying, Remaja, Jenis Kelamin

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Anam, C. 2016. 83% Remaja idap ketergantungan media sosia. www.bisnis.com

Andreo, E. (2011). Bully/victim problems and their association with copying behavior in conflictual peer interactions among school-age children. Education Psychology, 21(1), 59-66.

Bimo Walgito. (2011). Teori-Teori Psikologi Sosial. Yogyakarta: ANDI.

Dodey, J. J., Pyzalski, J., & Cross, D. (2009). Cyberbullying versus face to face bullying: A theoretical and conceptual review. Journal of Psychology, 217, (4), 182-188.

Donegan, R. (2012). Bullying and cyberbullying: history, statistics, law, prevention and analysis. The Elon Journal of Undergraduate Research in Communications, 3(1), 33-42.

Ekasari, P., & Dharmawan, A. H. (2012). Dampak sosial-ekonomi masuknya pengaruh internet dalam kehidupan remaja di pedesaan. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 6(1), 57-71.

Guritno, GA., Z, I., & Hidayat, N. (2014). Panduan optimalisasi media sosial untuk kementrian perdagangan RI. Jakarta: Penerbit Pusat Hubungan Masyarakat.

Hinduja, S., & Patchin, J. (2008). Cyberbullying: An exploratory analysis of factors related to offending and victimization. Deviant behavior, 29(2), 1-29.

Hinduja, S., & Patchin, J. W. (2011). Overview of cyberbullying. White house Conference on Bullying Prevention, 21-41.

Macdonald, C. D., & Pittman, B. R. (2010). Cyberbullying among college students: prevalence and demographic differences. Procedia social and behavioral sciences. Doi: 10.1016. 1-7.

Madden, M., Cortesi, S., Gasser, U., Lenhart, A., & Duggan, M. (2012). Parents, Teens, and Online Privacy. Pew internet & American life project.

Marcum, C. D., Higgins, G. E., Freiburger, T. L., & Ricketts, M. L. (2012). Battle of the sexes: An examination of male and female cyberbullying. International journal of cyber criminology, 6(1), 904-911.

Mawardah, M., & Adiyanti, MG. (2014). Regulasi emosi dan kelompok teman sebaya pelaku cyberbullying. Jurnal Psikologi, 41(1), 60-73.

Maya, N. (2015). Fenomena cyberbullying di kalangan pelajar. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 4(3), 443-450.

Narpaduhita, R.P.D., & Suminar, D.R. (2014). Perbedaan perilaku cyberbullying ditinjau dari persepsi siswa terhadap iklim sekolah di smk negeri 8 surabaya. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 03(3), 146-152.

Navarro, R. (2016). Gender issues and cyberbullying in children and adolescents: from gender differences to gender identity measures. Cyberbullying across the globe, 35-44, DOI 10.1007/978-3-319-25552-1_2.

Olweus, D. (1997). Bully/victim Problems in School: Facts and Intervention. European Journal of Psychology of Education, 12(4), 495-510.

Olweus, D. (2010). In the handbook of bullying in schools: An international perspective. Pp. 9-33. Di edit oleh Jimerson, S. R., Swearer, S. M & Espelage, D. L. New York: Routledge.

Pandie, M. M., & Weismann, I. T. J. (2016). Pengaruh Cyberbullying Di Media Social Terhadap Perilaku Reaktif Sebagai Pelaku Maupun Sebagai Korban Cyberbullying Pada Siswa Kristen SMP Nasional Makassar. Jurnal Jaffray, 14(1), 43-62.

Rahayu, F.S. (2012). Cyberbullying sebagai dampak negatif penggunaan teknologi informasi. Journal of Information Systems, 8(1), 22-31.

Ritonga, W., Andhika, S. (2012). Pengaruh media komunikasi internet terhadap pola perilaku anak di bawah 17 tahun. Perspektif, 5(2), 94-100.

Sarwono, W. S. (2013). Psikologi Remaja. Jakarta: Rajagradindo Perkasa.

Satalina, D. (2014). Kecenderungan perilaku cyberbullying ditinjau dari tipe kepribadian ekstrovert dan introvert. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan. 2(2), 294-310.

Utami, Y.C. (2014). Cyberbullying di kalangan remaja (studi tentang korban cyberbullying di kalangan remaja di Surabaya). Jurnal Universitas Airlangga. 3(3), 1-10.

Vydia, V., Irliana, N., Savitri, A.D. (2014). Pengaruh sosial media terhadap komunikasi interpersonal dan cyberbullying pada remaja. Jurnal Transformatika, 12(1), 14-18.

Willard, N. E. (2007). Cyberbullying and cyberthreats: Responding to the challenge of online social aggression, threats, and distress. Research Press.

Yudhianto. (2013, Juni 23). Bahaya cyberbullying: dendam kesumat hingga bunuh diri.Detiknet.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 INSIGHT

View My Stats