PENGARUH LAYANAN KONSELING KELOMPOK TERHADAP RELIGIUSITAS SISWA MTsN ARJASA JEMBER

Mulyadi Mulyadi, Istiqomah Istiqomah

Sari


Penelitian ini dilakukan di MTsN Arjasa Jember. Masalah yang dikaji adalah upaya sekolah dalam meningkatkan religiusitas siswa MTsN Arjasa melalui layanan konseling kelompok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh layanan konseling kelompok sebagai upaya sekolah untuk meningkatkan religiusitas siswa.

Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala psikologi, yaitu skala konseling kelompok dan skala religiusitas siswa dengan jenis skala Summerated Rating, atau lebih dikenal dengan skala Likert. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 75 siswa kelas VII dan VIII. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi sederhana untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok terhadap religiusitas siswa.

Berdasarkan analisa data penelitian ditemukan adanya pengaruh layanan konseling kelompok terhadap religiusitas siswa dengan kontribusi sebesar 8,8%. Serta terdapat faktor lain yang berpengaruh cukup besar terhadap religiusitas remaja diantaranya, yaitu: faktor keluarga merupakan faktor paling dominan mempengaruhi religiusitas remaja. Selain itu, faktor pengalaman dan faktor kebutuhan terhadap agama juga dapat berpengaruh dalam mengembangkan religiusitas siswa. Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data diketahui tingkat religiusitas yang dimiliki siswa MTsN Arjasa tergolong tinggi yaitu sebesar 78,7% sedangkan siswa yang memiliki tingkat religiusitas sedang sebesar 21,3%. Temuan lain dalam penelitian ini adalah bahwa remaja dapat lebih mengembangkan religiusitas mereka, diantaranya dengan memperdalam ilmu agama, bersungguh-sungguh dalam kegiatan keagamaan, seperti pengajian dan sholat berjamaah.

Kata Kunci: Konseling kelompok, religiusitas siswa.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Aisha, D. T. (2014). Hubungan anatara religiusitas dengan resiliensi pada remaja di panti asuhan keluarga yatim Muhammadiyah Surakarta. Fakultas Psikologi: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Arifin, B. S. (2008). Psikologi agama. Bandung: CV. Pustaka Setia.

Arikunto, S. (2006). Prosedur penelitian: suatu pendekatan praktik. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Istianah, S. (2013). Peranan guru pendidikan agama islam dalam pembinaan sikap keberagamaan siswa di SMP N 6 Tanggerang Selatan. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta.

Jalaluddin. (2005). Psikologi agama. Jakarta: PT. Grafindo Persada.

Nurdian, M. D & zainul, A. (2014). Konseling kelompok untuk meningkatkan resiliensi pada remaja penyandang cacat fisik (difable). Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 02, No. 01. Fakultas Psikologi: Universitas Muhammadiyah Malang.

Rahmawati, Y. N. (2013). Pengaruh tingkat religiusitas terhadap psychological wellbeing pada mahasiswa muslim yang sedang mengerjakan skripsi di Universitas Muhammadiyah Jember. Fakultas Psikologi: Universitas Muhammadiyah Jember.

Sari, Y. Dkk. (2012). Religiusitas pada hijabers community Bandung. Fakultas Psikologi: Universitas Islam Bandung. Bandung.

Sayekti, E. D (2012) Efektivitas konseling kelompok untuk meningkatkan kompetensi sosial siswa SMK. Program Studi Magister Sains Psikologi: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Thaib, M I. (2015). Perkembangan jiwa agama pada masa remaja. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan: Universitas Islam Ar-Raniry. Banda Aceh.

Widhiarso, W. (2010). Uji linieritas hubungan. Fakultas Psikologi: Universitas Gadjah Mada. Jogjakarta.

Wulan, D. S. N. (2007). Hubungan antara peranan kelompok teman sebaya (peer group) dan interaksi siswa dalam keluarga dengan kedisiplinan belajar siswa kelas XI MAN 1 Sragen Tahun ajaran 2006/2007. Universitas Sebelas Maret: Surakarta.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.