PEMETAAN PROBLEM-PROBLEM PSIKOLOGIS NARAPIDANA DI LAPAS KELAS IIA JEMBER

Panca Kursistin Handayani, Mirna Fitri

Abstract


Narapidana adalah manusia bermasalah yang dipisahkan dari masyarakat
untuk mendapat pembinaan agar dapat bermasyarakat dengan lebih baik.
Kenyataannya tidak semua program penanganan tersebut mampu menjawab
kebutuhan dan permasalahan yang dialami narapidana. Insidensi kerusuhan yang
sedang marak terjadi di beberapa daerah di Nusantara menggambarkan bahwa sistem
koreksional perlu dibenahi. Setiap penanganan terhadap permasalahan, mestinya
didasari pada pemahaman yang tepat terhadap sumber penyebab dan situasi yang
melatarbelakangi, karena suatu intervensi apapun bentuknya tidak akan menjadi
solusi bila tidak menjawab permasalahan. Untuk itu, perlu kiranya dibuat sebuah
pemetaan problem atau problem profiling untuk mengetahui akar dari masalah
perilaku narapidana.
Tujuan penelitian ini adalah menemukan profil problem psikologis di Lapas
Kelas IIA Jember dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Tiga skala
psikologis digunakan dalam pengumpulan data. Skala-skala ini hasil modifikasi dari
skala Kecenderungan Depresi (BDI), Skala Kecemasan (TMAS), dan Skala
Kecenderungan Bunuh Diri (SIBD). Jumlah subjek penelitian yang dilibatkan adalah
80 orang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Tingkat Kecemasan pada Narapidana
berada pada kategori sedang (46 orang = 57,5%), sementara sisanya berimbang antara
kategori tinggi dan rendah; 2) Kecenderungan Depresi Narapidana berada pada
kategori sedang (39 orang = 48,75%), sementara sisanya berimbang antara kategori
tinggi dan rendah; 3) Kecenderungan Bunuh Diri Narapidana berada pada tingkat
sedang (55 orang = 68,75%), sementara sisanya berimbang antara kategori tinggi dan
rendah.
Hasil ini diharapkan menjadi rujukan bagi Lapas dan pihak-pihak terkait
untuk menyusun program intervensi berbasis problem, terutama yang berkaitan
dengan program preventif dan kuratif dalam menangani ketiga problem psikologis
tersebut.

References


Arikunto, S. (2006). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Beck, A.T. (1985). The diagnosis and management of the emotional disorder.

Philadelphia,PA: University of Pennsylvania Press

Laporan PKL.(2013). Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Jember

Lekka, N.P., Argyriou, A.A., Beratis, S. (2006). Suicidal ideation in prisoners: risk factors and relevance to suicidal behavior. A prospective case-control

study. European Archieve of Psychiatry and Clinical Neuroscience.

March 2006, Volume 256, pp87-92.

McMurran, M., Christopher, G. (2009). Social problem solving, anxiety, and

depression in adult male prisoners. Legal and Criminology Psychology,

(1), pp 101-107

Murhan, Al., Purwati. (2014) Kecemasan pada Narapidana di Lembaga

Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA di Wah Hui Bandar Lampung.

Publikasi Dosen. Poltekkeskemenkes Tanjungkarang

Nevid, et. Al. (2005). Psikologi Abnormal. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Palmer, E.J., Connelly, R. (2005). Depression, hopelessness and suicide ideation among vulnerable prisoners. Crim Behav Ment health;15(3):164-70.

Rasheed, S., Sawal, M., Taj, R., Najam, N. (2008). Relationship between suicidal idetion, social support and coping skills in female prisoners of a jail in pakistan Journal of pakistan Psychiatric Society. July-Des, volume 2

number 2, p 85.




DOI: https://doi.org/10.32528/ins.v10i2.299

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 INSIGHT



View My Stats