Komunikasi Interpersonal Bupati Jember Dengan Rakyat Pasca Pilkada Dalam Media Sosial

Suyono Suyono

Sari


Studi yang berjudul “Komunikasi Interpersonal Bupati Jember dengan Rakyat Pasca Pilkada dalam Media Sosial” ini, mengkaji media sosial sebagai sarana komunikasi yang efektif dan efisien, Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR., dengan rakyatnya. Penggunaan media sosial sebagai alat kampanye pada proses Pemilu, tentu bukan hal baru. Hampir sebagian besar pasangan calon kepala daerah, hingga kepala Negara sekalipun, bisa dipastikan akan bersentuhan dengan media sosial, sebagai bagian dari proses strategi pemasaran politik (political marketing) mereka. Namun, fenomena di Kabupaten Jember tampaknya berbeda. Strategi pemanfaatan media sosial tidak hanya dilakukan saat proses Pilkada. Setelah Pilkada pun dr. Faida, tetap menggunakan media sosial sebagai sarana berkomunikasi, khususnya dalam mengembangkan komunikasi interpersonal dengan seluruh rakyatnya. Dengan menganalisis akun facebook dr. Faida, menggunakan metode deskriptif kualitatif, fenomena ini memang layak diteliti, karena terbukti melalui media sosial, Bupati Jember mampu berkomunikasi secara efektif dengan seluruh rakyatnya, mendengar aspirasi dan keluhan mereka, sekaligus bisa langsung action, bekerja sesuai dengan kemauan dan kehendak rakyat, tanpa harus berlama-lama melakukan penyesuaian diri, seperti pemimpin lainnya yang baru bisa diukur kinerjanya setelah 100 hari.

Kata kunci: Komunikasi Interpersonal, Media Sosial, Pasca Pilkada.


Referensi


Alfian. (1993). Komunikasi Politik dan Sistem Politik Indonesia. Jakarta: Gramedia.

Arifin, Anwar. (2003). Komunikasi Politik: Paradigma, Teori, Aplikasi, Strategi dan Komunikasi Politik Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Ardianto, Elvinaro. (2010). Metode Penelitian untuk Public Relations, Kuantitatif dan Kualitatif. Bandung: Simbiosa Rekatama.

Cangara, Hafied. (2009). Komunikasi Politik, Konsep, Teori dan Strategi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

David Porter. (1997), Internet Culture. New York: Routledge.

Firmanzah. (2010). Persaingan, Legitimasi Kekuasaan, dan Marketing Politik, Pembelajaran Politik Pemilu 2009. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Gun Gun Heryanto. (2013). Komunikasi Politik Sebuah Pengantar. Jakarta: Ghalia.

Mulyana, Deddy. (2001). “Merancang Peran Baru Humas dalam Pengembangan Otonomi Daerah” dalam Jurnal Komunikasi Mediator Vol.2 No.1

Stanley J. Baran, Deniss K. Davis. (2010). Teori Komunikasi Massa. Dasar, Pergolakan, dan Masa Depan. Jakarta: Penerbit Salemba Humanika.

Richard Clarke and Robert K. Knake. (2010). Cyber War. New York: Harper Collins


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.