The Good Governance in the Gender and Pro Poor Budgeting (Case Study in Jember District, East Java)

Ria Angin

Sari


To achieve the priority interests of the people in budgeting is very urgent if the government of Jember regency apply the concept of good governance budgeting perspective of gender mainstreaming and poverty, by doing the following activities: (1) Make a commitment which is reflected by the budget public policy that provides budgetary items pro poor and gender sensitive, (2) availability of data disaggregated by sex as a starting material for the social analysis of gender as a basis for planning the implementation of the policy, (3 ) Guaranteed opportunity for people to take control of implementation of the program and budget performance, (4) monitoring and periodic evaluation by looking at the impact of the program budget for the poor by looking at gender differences.

Kata kunci: ----


Referensi


Agustono, Leo, 2008, Dasar-dasar Kebijakan Publik, Bandung: Alfabeta

Angin, Ria, 2010, Implementasi Pengarusutamaan Gender dalam APBD Kabupaten Jember, Laporan Penelitian tidak diterbitkan, Jember: LPPM UM Jember

Bake, Jamal, 2003, Modul Proses Penyusunan APBD yang transparan dan partisipatif, Jakarta: FITRA dan Badan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi DKI Jakarta,

Bappenas, 2006, Buku Pegangan Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah, Jakarta.

Bastian, Indra, 2006, Sistem Perencanaan dan Penganggaran Pemerintah Daerah di Indonesia, Jakarta: Penerbit Salemba Empat.

Darise, Nurlan, 2006, Pengelolaan Keuangan Daerah, Jakarta: Indeks Kelompok Gramedia.

Fahrodjih, Ikhwan; Najih, Mokh, 2008, MenggugatPeran DPR dan BPK dalam Reformasi Keuangan Negara, Malang: InTrans Publishing.

Faqih, Mansour, 2005, Analisis Gender danTransformasiSosial, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Friedmann, John,1992, Empowerment: The Politics of Alternative Development, Cambridge: Blackwell, 1992, hal. 59. JhoachimWehner, “Parliamentarystaff Training Program Effective Financial Scrutiny: The Role Parliament in Public Finance”, dalam Jurnal Bisnis dan EkonomiPolitik, Vol 7 Nomor 1, 2006.

John Cullis & Phiip Jones, 1998, Pubic Finance and Public Choice, Oxford: Oxford UniversityPress.

Kartikasari, Dian; Mastuti, Sri, Panduan Advokasi Anggaran, Jakarta: FITRA dan KPI.

Nugroho, Trilaksono, Suhadak, 2007, Paradigma Baru Pengelolaan Keuangan Daerah dalam penyusunan APBD di Era Otonomi, Malang: Lembaga Penerbitan dan Dokumen FIA UNIBRAW.

Mardiasmo, 2004, Otonomi dan Manajemen Keuangan Daerah, Yogyakarta: Andi.

Mastuti, Sri,2007, Dampak Anggaran Netral Gender dalam Sri Mastuti, et.al, Anggaran Responsif Gender Konsep dan Aplikasi, Jakarta: CiBa

Mujib, A dan Mudzakir, J. 2001. Nuansa-nuansa Psikologi Islam. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta

Munir, Dasril. 2005, Kebijakan dan Manajemen Keuangan Daerah, Yogyakarta: YPAPI.

Puspitisari, Hesti; Wahyudi, Iman; Kurniawan, Lutfi J, 2006, Marginalisasi dalam Anggaran Publik, Jakarta: MCW dan YAPPIKA.

Rinusudan Sri Mastuti, 2003, Panduan Praktis Mengontrol APBD, Jakarta: Ciba dan FES.

Riyadi dan Dedi Supriadi Bratakusumah, 2004, Perencanaan Pembangunan

Daerah Strategi Menggali Potensi dalam Mewujudkan Otonomi Daerah, Jakarta: GramediaPustakaUtama.

Sadli, Saparinah, 2010, Berbeda tetapi setara, Jakarta: Kompas.

Subarsono, AG, 2009, Analisis Kebijakan Publik, Yogyakarta: PustakaPelajar.

Sutjipto, Anidkk, 2009, “FungsiAnggaran: Prosedur dan Strategi Kebijakan Anggaran” dalam Kerja untuk Rakyat, Jakarta: PUSKOPAL UI.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.