Tata Kelola Badan Amil Zakat Infak Sedekah (Bazis) Ditinjau Dari Perspektif Ekonomi Kelembagaan (Studi Kasus Di Putukrejo Gondanglegi Malang)

Zainuri Zainuri

Sari


Tulisan ini bermaksud untuk (1) Untuk mengungkap pemahaman masyarakat terhadap makna zakat dari perspektif muzakki; (2) Untuk mengkaji dinamika tata kelola Bazis di Desa Putukrejo Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang; (3) Untuk mengungkap proses interaksi stakehoder Bazis sehingga dapat menjelaskan fenomena dinamika zakat di Desa Putukrejo. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif karena fenomena alokasi sumberdaya zakat bersifat holistik dan saling kait mengkait sehingga pembahasan zakat tidak bisa dieliminasi dari keterkaitannya dengan aspek lain seperti aspek spiritual, pendidikan, sosial, budaya dan politik. Informan dipilih mula-mula dengan purposive selanjutnya dilakukan dengan cara snowball. Tulisan ini menemukan bahwa pengelolaan zakat mengalami ketidak efisienan ketika muncul agency problem dimana amil sebagai agen lebih banyak menguasai informasi dibandingkan muzakki sebagai principal. Salah satu penyebabnya adalah adanya asymmetric information yang dapat diamati dari terjadinya fenomena Hidden Agenda, adverse selection dan moral hazard dalam tata kelola BAZIS yang berujung pada peningkatan transaction cost. Lunturnya modal sosial juga ikut andil dalam menjelaskan dinamika tata kelola alokasi sumberdaya zakat tersebut. Tulisan ini merekomendasikan bahwa perlunya mereduksi informasi yang tidak simetris agar aliran sumberdaya zakat meningkat dengan cara tata kelola zakat yang lebih baik, sedangkan modal religi seperti lembaga Musyawarah Ulama Umara Aghniya’ Desa (MUUAD) perlu direvitlisasi sebagai sumber kekuatan penggerak alokasi sumberdaya yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Kata Kunci: Zakat, Ekonomi Kelembagaan, Modal religi, dan Pendekatan kualitatif


Referensi


Bungin, Burhan. 2007. Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Cetakan ke-3. Kencana Prenada Media Group. Jakarta

Chapra, M. Umer. 2001. Masa Depan Ilmu Ekonomi:Sebuah Tinjauan Islam. Cet 1. Gema Insani Press. Jakarta.

Coleman, James S., 1988, Social Capital in the Creation of Human Capital, dalam Parta Dasgupta dan Ismail Serageldin, 2000,Social Capital, Multifaceted Perspective, World Bank. Washington. p. 13-39

Denzin, Norman K. dan Lincoln, Yvonna S. 2008. Collecting and Interpreting Qualitative Materials. Ed. 3. Sage Publications,Inc. California

Fukuyama, Francis. 2000. Social Capital dalam Harrison, Lawrence E..(Ed.). Culture Matters. Basic Books, A Memberof the Perseus Books Group, USA.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.