RESPONS PRODUKSI SORGUM TERHADAP PUPUK NITROGEN PADA POLA TANAM TUMPANGSARI DENGAN KEDELAI [RESPONS OF FERTILIZER NITROGEN ON PRODUCTION OF IN SORGHUM-SOYBEAN INTERCROPPING]

Raden Soedradjad, Ahmad Zulkifli, Rahmat Kurniawan

Abstract


Tujuan percobaan adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk nitrogen terhadap produksi tanaman sorgum pada pola tanam tumpangsari dengan tanaman kedelai.Percobaan dirancang dengan pola petak terbagi (split plot design). Petak utama adalah pola tanam yang terdiri dari monokultur sorgum dan tumpangsari sorgum-kedelai.Anak petak adalah dosis pupuk urea yang terdiri atas0; 62,5; 125 dan 187,7 kg urea/ha (atau 0, 25%, 50% dan 75% dari

250  urea  kg/ha)  yang  diaplikasikan  pada  umur  sorgum  8  HST.  Parameter  utama  yang  diamati  adalah  laju pertumbuhan tanaman sorgum (g/hari), bintil akar aktif (%) tanaman kedelai yang diamati saat kedelai berumur 40

HST, nisbah kesetaraan lahan, dan prakiraan produksi sorgum (t/ha). Nilai rerata perlakuan dibedakan berdasarkan nilai simpangan baku rata-rata nyata atau SEM (Standard Errror Means). Hasil percobaan menunjukkan bahwa pola tanam tumpangsari sorgum-kedelai mampu meningkatkan produksi tanaman sorgum sampai 60% seiring dengan meningkatnya dosis pupuk urea dengan dosis maksimum 75% dari dosis rekomendasi.

 

Kata Kunci : kedelai, sorgum, tumpangsari, urea.


Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Abdurachman, A., Dariah dan Mulyani. 2008. Strategi dan Teknologi Pengelolaan Lahan Kering mendukung Pengadaan Pangan Nasional. Litabng Pertanian 27 (2): 43-49.

Lesoing, G.R. dan Ch. A. Francis, 2000. Strip Intercropping Effects on Yield andYield Components of Corn, Grain Sorgum, and Soybean. Agron. J. 91: 422-426.

McIntosh, J. L. 2007. Multiple Cropping.IRRI Annual

Report. IRRI Los Banos, Philipines.

Novriani.2011. Peranan Rhizobium dalam MeningkatkanKetersediaan Nitrogen bagi Tanaman Kedelai.AgronobiS Vol. 3 (5): 35-42.

Sagala, M.F., R.A. Wiralaga, dan F. Zulvica. 2012.

Pengaruh Populasi dan Selang Waktu Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai yang Ditumpangsarikan dengan Jagung. Naskah Seminar Hasil Penelitian (tidak dipublikasikan).

Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya, Palembang.

Serna-Saldivar, S.O., C. Chuck-Hernandez, E. Perez- Carrillo and E. Heredia-Olea. 2012. Sorghum as Multifunctional Crop for the Production of Fuel Ethanol: Current Status and Future Trends. Departamento de Biotecnología e Ingeniería de Alimentos,Centro de Biotecnología. Tecnológico de Monterrey, Monterrey, N. L.México Departamento de Biotecnología e Ingeniería de Alimentos,Centro de Biotecnología. Tecnológico de Monterrey, Monterrey, N. L.México

Sisworo, W.H., H. Rasyid, dan H.W. Sirwando. 1990.

Pemupukan Nitrogen pada Sistem Tumpangsari

Jagung dan Kedelai.Buletin Batan Vol. Vo. 9:

-403.

Sucipto. 2010. Efektifitas Cara Pemupukan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Sorgum Manis (Sorghum bicolor (L.)Moench).Jurnal Embryo Vol. VII (2): 67-74.

Sukoco, Y., C. Reintjes B. Haverkort, dan B. Woter.

Pertanian Masa Depan. Kanisius, Jogjakarta.

Sutanto, R. 2002. Penerapan Pertanian Organik.

Kanisius, Jogjakarta.

Vandermeer, J. 2009. The Ecology on Intercropping.

Cambridge University Prees,New York.

Zuchri, A. 2007.Optimalisasi Hasil Tanaman Kacang Tanah dan Jagung dalam Tumpangsari melalui Pengaturan Baris Tanam dan Perompesan Daun Jagung.Embryo Vol. 4 (2): 156-163.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.