RESPONS KEDELAI TERHADAP PEMBUANGAN DAUN TEBU DAN PENYIANGAN GULMA PADA SISTEM TUMPANGSARI TEBU- KEDELAI DI LAHAN TEBU [RESPONSE OF SOYBEAN TO REMOVAL OF SUGER CANE LEAVES AND WEEDING IN SUGER CANE-SOYBEAN ITERCROPPING SYSTEM IN SUGAR CANE AREA]

Zainul Arofik, Iskandar Umarie, Bejo Suroso

Abstract


Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembuangan daun tebu dan frekuensi penyiangan terhadap pertumbuhan dan  hasil tanaman   kedelai pada sistem budidaya tumpang sari  tebu dan kedelai  telah dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember, dengan ketinggian tempat

89 m dpl, pada tanggal 11 Februari 2014 sampai dengan tanggal 27 Mei 2014. Penelitian menggunakan Rancangan

Acak Kelompok dengan perlakuan penyiangan tanaman 2 minggu setelah tanam kedelai, penyiangan tanaman 2 dan

4 minggu setelah tanam kedelai, dan penyiangan tanaman  2, 4, dan 6 minggu setelah tanam kedelai. Pengklentekan daun tebu 3  minggu setelah tanam kedelai, pengklentekan daun tebu 3  dan 6  minggu setelah tanam kedelai, pengklentekan daun tebu 3, 6, dan 9 minggu setelah tanam kedelai, serta pengklentekan daun tebu 3, 6, 9, dan 12 minggu setelah tanam kedelai. Kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali pada jarak tanam yang berbeda yaitu:

10 cm x 20 cm, 20 cm x 20 cm, dan 30 cm x 20 cm. Perlakuan pengklentekan daun tebu tidak menunjukkan

pengaruh yang  nyata pada semua parameter yang diamati, begitu juga dengan perlakuan penyiangan.  Namun pada ulangan jarak tanam menunjukkan pengaruh yang nyata pada tinggi tanaman dan umur berbung kedelai, berbeda sangat nyata pada jumlah cabang, jumlah buku subur, jumlah biji pertanaman, dan berat biji per tanaman, tetapi tidak berpengaruh nyata pada umur panen dan berat 100 biji tanaman kedelai.

 

Kata kunci : Tumpangsari, tebu, kedelai


Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Anonim, 2006. Pemuliaan Kedelai Untuk Toleran Naungan dan Tumpangsari Balai Penelitian Bioteknologi Tanaman Pangan. Bogor.

Anonim. 2012. Teknik budidaya tanaman.http:// fp.uns.acId/hamasains/ BAB 20 VIII dasgro.htm. Diaksespada 18 Januari 2014.

Budiastuti, S. 2000. Penggunaan Triakontanol dan Jarak Tanam Pada Tanaman Kacang Hijau (Phaseolus radiates l.). http://pertanian.uns.ac.id/ agronomi/agrosains/ peng trikontanol_srib di astuti. pdf. Diakses pada 19 Desember 2013.

Darmodjo, 1992. Falsafah Usaha Tumpangsari Tebu dan Non Tebu dalam Usaha Mensinkronisasikan Kepentingan Pengusaha Tebudengan Petani. Pros. Seminar Prospek Industri Gula/Pemanis. P3GI Pasuruan.

Gatut, W.A.S, T. Sundari, 2001. Perubahan Karakter Agronomi Aksesi Plasma Nutfah Kedelai di ingkungan Ternaungi. J. Agron. 39:1-6.

Hadirochmat, Nurdin. 2009. Karakteristika Efisiensi Kompetisi Gulma Dengan Tanaman Pada Sistem Tumpangsari Kedelai/Jagung Dan Kedelai/Padi

Gogo. Lektor Kepala pada Fakultas Pertanian

Universitas Winaya Mukti.

Karamoy, L.T. 2009. Hubungan iklim dengan pertumbuhan kedelai (Glycine max (L.) Merrill). Soil Environment 7:65-68.

Maryanto E., D. Suryati, dan H. Setyowati, 2002.

Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Galur Harapan Kedelai pada Kerapatan Tanaman Berbeda. Akta Agrosia, 5 (4) : 47-52.

Rahayu, Sri. 2003. Pertumbuha dan Produksi Jagung (Zea mays L.) dan Kacang Tanah (Arachis hipogeae L.) Kedalam Sistem Monokultur dan

Tumpangsari Dibawah persaingan gulma.

Soedjono, A. T. 2004. Kajian Jarak Antarbaris Tebu dan Jenis Tanaman Palawija dalam Pertanaman Tumpangsari. Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 11 No.

:32-41. Yogyakarta : Fakultas Pertanian

Universitas Gajahmada.

Suprapto,1999. Bertanam Kedelai.Penebar Swadaya.

Jakarta.

Widianto. 2008. Balai Penelitian Kacang-kacangan dan

Umbi-umbian. Malang : Balitkabi.

Widiastuti, L., Tohari, Sulistyaningsih, E. 2004.

Pengaruh Intensitas Cahaya dan Kadar Daminosida terhadap Iklim Mikro dan Pertumbuhan Tanaman Krisan dalam Pot. Jurnal Ilmu Pertanian (11) 2: 35-42


Refbacks

  • There are currently no refbacks.