APLIKASI DETASSELING UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.)

Damanhuri Damanhuri, Muqwin Asyim RA, Iqbal Erdiansyah, Imamul Khoir

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh detasseling, waktu detaselling dan mengetahui perbedaan banyak tanaman yang di detaselling terhadap produksi tanaman jagung. Manfaat penelitian menambah pengetahuan tentang teknologi budidaya tanaman jagung sehingga meningkatkan produksi tanaman jagung, memahami dan dapat melakukan teknik budidaya tanaman jagung  dengan teknologi detasseling untuk meningkatkan produksi tanaman jagung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak  Kelompok (RAK) menggunakan 2 faktor dengan 3 ulangan. faktor pertama umur detasseling dan faktor kedua adalah Tanaman yang di detasseling. Parameter Pengamatan adalah Tinggi Tanaman Umur 25, 30, dan 40 HST, Berat Tongkol Sample Per Petak Sampel, Berat Pipilan Sample Per Petak Sample, Berat tongkol sample per petak, dan Berat Tongkol Per Plot. Analisis Data Hasil pengamatan diolah dengan analisis sidik ragam untuk mengetahui adanya perbedaan nyata atau sangat nyata maka dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) atau  Duncant Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5% dan 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan detasseling memberikan hasil yang berbeda sangat nyata pada parameter pengamatan Berat tongkol sample per plot sebanyak  720 gr, berat pipil sample per plot  sebanyak 583 gr dan berat tongkol per plot 7049 gr. Sehingga dapat disimpulkan bahwa aliran energi dalam pembentukan bunga  dialihkan kepada pertumbuhan dan perkembangan biji atau tongkol sehingga dapat meningkatkan produksi jagung.

Full Text:

PDF

References


Anonimous. 2012. Data Strategis BPS, Badan Pusat Statistik.

Bustamam, T. 2004. “Pengaruh Posisi Daun Jagung Pada Batang Terhadap Pengisian Dan Mutu Benih”.Jurnal Stigma Vol XII no.2 April-Juni.

Corales, N.P. 1934. The cost of producing Calawan Flint Corn from detasseled and not detasseled corn plants.international journal.

Falah, R. N. 2009. Budidaya Jagung Manis. Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang

Gardner, F. P., R. B. Perce, R. L. Mitchell, 1991. Alih bahasa Herawati Susilo. Fisiologi Tanaman Budidaya. Universitas Indonesia

Goldsworthy, P.R. 1996. Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman; Fase Reproduktif. Dalam: Fisiologi Tanaman Budidaya Tropik Editor: P.R. Goldsworthy dan N.M. Fischer, terjemahan: Tohari. GMU Press. Hal 281-319.

Holida, Y.N. 2015. Proses Detaselling Pada Budidaya Tanaman Jagung Hibrida Di PT.AHSTI (Asian Hybrid Seed Technologies Indonesia). Politiknik Negeri Jember.

La Karimuna, Safitri, dan La Ode S. 2009. Pengaruh Jarak Tanam dan Pemangkasan terhadap Kualitas Silase Dua Varietas Jagung (Zea mays L.). Agripet. 1. Hlm. 17-25.

Maintang, dan M. Nurdin. 2013. Pengaruh Waktu Penyerbukan Terhadap Keberhasilan Pembuahan Jagung Pada Populasi Satp-2 (S2)C6. Jurnal Agribisnis Kepulauan. 2. Hlm. 94-108.

Mañgaser, V. T. 2013. Detasseling And Rate Of Seeding Of Young Cob Corn Intercropped With Okra During Wet Season. Don Mariano Marcos Memorial State University. North La Union Campus Sapilang, Bacnotan, La Union.

Monica. D. D. 2015. Pengaruh Detaselling Pada Berbagai Jarak Tanam Benih Jagung Hibrida (zea mays L). Hal. 1-19.

Naim. 2011. Perawatan Jagung Untuk Benih. http:// naimwong7. blogspot. com. [15 September 2015].

Reta-Sanchez, D. G. and J. L. Fowler. 2002. Canopy Light Environment and Yield or Narrow-Row Cotton as Affected by Canopy Architecture. Agron J. 94:1317-1323.

Rohrig, M., H. Sutzel and C. Alt. 1999. A ThreeDimensional Approach to Modelling Light Interception in Heterogenous Canopies. Agron. J. 91:1024-1032

Sangoi, L. dan R. J. Salvador. 1997. Jurnal Effect Of Maize Plant Detasseling On Grain Yield, Tolerance To High Plant Density And Drought Stress. Dep. ofAgronomy Iowa State University. America.

Siregar, G.S. 2009. Analisis Respon Penawaran Komoditas Jagung dalam Rangka Mencapai Swasembada Jagung di Indonesia. Skripsi S-1 Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut.

Subandi, Zubachtirodin, S. Saenong, dan Firmansyah IU. 2006. Ketersediaan teknologi produksi dan program penelitian jagung. Dalam: Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Jagung 29-30 September 2005 di Makassar. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Bogor. p. 11-40.

Subekti. N. A., Syafruddin, dan R. Efendi. 2015. Morfologi Tanaman dan Fase Pertumbuhan Jagung. Jagung : Teknik Produksi dan Pengembangan. (16-28).

Surtinah. 2005. Akibat Pemangkasan Tasel dan Daun Dibawah Tongkol Terhadap Produksi Bji Jagung (Zea Mays, L). Jurnal Penelitian Ilmu Kealaman Buana Sains. 1. (65-68).

Soraya, Y.. 2005. “Kemungkinan Peningkatan Hasil Jagung Dengan Pemendekan Batang” jurnal Ilmu Pertanian Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UGM Yogyakarta. Vol. 12 No.2, 2005 : 117 – 124.

Syahri dan R. Soehendi. 2013. Jurnal Potensi Pengembangan Jagung di Sumatera Selatan. Balai Penelitian Tanaman Hias. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP). Sumatera Selatan.

Tarigan, H. Ferry. 2007. Pengaruh Pemberian Pupuk Organi Green Giant dan Pupuk daun Super Bionik Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung (Zea mays. L). Jurnal Agrivigor 23 (7): 78-85.

Tumanan, Y. B dan B. Ruruk. 2016. Dettaselling Pada Tanaman Jagung. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. Sulawesi Tengah

Vasal, S.K. 2004. High quality protein corn. In: A. R. Halleuer (Ed.). Specialty corns. CRC Press Inc. USA.

Warisno. 2007. Jagung Hibrida. Kanisius. Yogyakarta. Hlm 43-56.

Wirawan, G.N. dan M.I. Wahab. 2007. Teknologi Budidaya Jagung. Diakses dari http://www.pustaka-deptan.go.id. Tanggal 18 September 2016.

Yodpetch, C. and O.K. Bautista. 1983. Young cob corn. Suitbale varieties value and optimum stage of maturity. Phil. Agri. 66: Vol.No.3 JulySept




DOI: http://dx.doi.org/10.32528/agr.v14i2.424

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 AGRITROP

 

Address:

Jl. Karimata No. 49 Jember-Jawa Timur-Indonesia

Phone & Fax:

(0331)336728 | 337957

Email:

agritrop-faperta@unmuhjember.ac.id

 

View My Stats