RESPON TANAMAN KEDELAI (Glycine max Merr) TERHADAP JUMLAH AIR YANG DIBERIKAN

W. Guntoro, Hadi Suhardjono, Ida Retno Moeljani, Agus Sulistyono

Abstract


Kekurangan air merupakan masalah yang sering dijumpai pada pertanaman kedelai. Umumnya tanaman kedelai ditanam pada musim kemarau dan atau pada lahan kering beriklim kering. Tanaman kedelai produksinya sangat ditentukan oleh jumlah dan distribusi curah hujan yang tidak merata dalam musim tanam.  Kemampuan tanaman untuk hidup pada kondisi kekurangan air merupakan keberhasilan suatu tanaman untuk menyesuaiakan diri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jumlah air yang diberikan terhadap pertumbuhan tanaman kedelai.  Penelitian dilakukan di Balai Benih Induk Palawija Malang.  Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok yang diulang tiga kali, dan terdiri dari tiga macam perlakuan yakni : Jumlah air yang diberikan setaraf kapasitas lapang (A1), setengah kapasitas lapang (A2), dan seperempat kapasitas lapang (A3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata pada variabel pertumbuhan yakni tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar dan berat kering akar.  Perlakuan terbaik adalah perlakuan A1 atau jumlah air yang diberikan setaraf dengan kapasitas lapang untuk masing-masing variabel tinggi tanaman (83,50 cm), jumlah daun (19,00), luas daun (835 cm2), panjang akar (592,86 mm) dan berat kering akar (0,24 g).

Keywords


Glycine max Merr, kapasitas lapang, jumlah air

Full Text:

PDF

References


Baharsjah, J.S., Suardi, D., dan Las, I. 1993. Hubungan Iklim dengan Pertumbuhan Kedelai dalam S. Somaatmadja et al (ED). Kedelai. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Bogor, hlm 87 – 102.

Boer, R; Las, I., dan Notodipuro, K.A. 1998. Analisis Resiko Kekeringan untuk Pengembangan dan Produksi Kedelai di Flores, Nusa Tenggara Timur. Laporan Riset. Riset Ungulan Terpadu IV (1996 – 1998) Kantor Menristek Dewan Riset Nasional. Hlm. 26 – 31.

Bohner, H.J., and J.G. Jansen, 1996. Strategies for Enginering Water Stress Tolerance in Plant. TBTECH. 14:89-97.

Davies,M.T., J.A., Wilson, R.E. Sharp., and O. Osonubi. 1981. Control of Stomatal Behaviour in Water Stressed Plants. Soc, For Biology Seminar Series 8 : 163-181.

Levitt, J. 1980. Responses of Plant to Environmental Stress. Academic Press. 227 p.

Maynard, G. Hale and David M.Orcutt. 1987. The Physiology of Plant Under Stress. A. Wiley-Interscience Publication. John Willey & Sons New York 206 p.

Salisbury, F.B. and C. Ross. 1995. Plant Physiology. Wadsworth Pub.Co.Inc. California. 747 p.

Serraj, R. L.H.Allen Jr. and T.R Sinclair. 1999. Effects of Elevated CO2 and Water Stress on Soybean. Global Change Biology 5:283-291.

Shimshi, D., M.L.Mayoral and D. Atsmon. 1982. Response to Water Stress in Wheat and Related Wild Species. Crop.Sci. 22:161-167

Taiz, L. and E. Zeiger. 1995. Plant Physiology. The Benjamin/Cummings Publ.Co. California ; 1- 39.

Turner, C.N. 1986. Crop Water Deficite. A Decade of Progress. Adv. In Agron. 39 ; 1-39

Xia, M.Z. 1994. Effects of Soil Drougth During The Generative Development Phase of Faba Bean (Vicia faba) on Photosynthetic Characters and Biomass Production. Journal of Agricultural Science. Cambridge 1994 February;122(1);67-72.




DOI: http://dx.doi.org/10.32528/agritrop.v16i2.1804

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science)

 

Address:

Jl. Karimata No. 49 Jember-Jawa Timur-Indonesia

Phone & Fax:

(0331)336728 | 337957

Email:

agritrop-faperta@unmuhjember.ac.id

 

View My Stats