PENGARUH WAKTU PEMBERSIHAN GULMA DAN POLA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI SAWAH (Oryza sativa L.)

Dedi Hermawan Hutagaul, Bilman W. Simanihuruk, Herry Gusmara

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiwaktu pembersihan gulma padatanaman padi sawah terhadap pertumbuhan dan hasilnya, mengetahui pola tanam terbaik yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi sawah, dan mengetahui interaksi antara pola tanam dan waktu pembersihan gulma terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi sawah.Penelitian dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu, Bengkulu dengan jenis tanah histosol (gambut). Penelitian dilakukan dari Bulan Januari sampai April 2017.Penelitian ini disusun menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dengan 2 faktor yaitu pola tanam dan waktu pengendalian gulma pola tanam terdiri atasjajar legowo (2:1) jarak antar legowo 30 cm dan jarak tanam di dalam legowo 20cmx10 cm, dantegel (25cmx25cm) dan waktu pengendalian gulma terdiri atas pembersihan gulma pada umur 3 MST, pembersihan gulma pada umur 5MST, pembersihan gulma pada umur 7MST, pembersihan gulma pada umur 3dan 5MST, dan pembersihan gulma pada umur 5dan 7MST.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pembersihan gulma 5 dan 7 minggu setelah tanam menghasilkan tinggi tanaman tertinggi yaitu 144,32 cm, dan berat gabah per rumpun terberat yaitu 43,91 gram. Sedangkan pola tanam jajar legowo menghasilkan indeks luas daun terluas yaitu 9,78. Pola tanam tegel menghasilkan tinggi tanaman tertinggi yaitu 112,28 cm, jumlah anakan produktif terbanyak yaitu 15,55 batang, dan bobot gabah kering terberat yaitu 43,91 gram. Interaksi pola tanam tegel dan waktu pembersihan gulma 3 minggu setelah tanam menghasilkan jumlah anakan produktif terbanyak yaitu 17,23 batang.Pola tanam legowo memberikan hasil padi tertinggi setara dengan 5,74 kg GKG per petak (6 m2). Sebaliknya, pola tanam tegel hanya menghasilkan 4,22 kg GKG per plot

 


Keywords


Gulma, Padi, Pola Tanam

Full Text:

PDF

References


Abdullah B., S.Tjokrowidodo, dan Sularjo. 2008. Perkembangan dan Prospek Perakitan Padi Tipe Baru di Indonesia. Jurnal Litbang Pertanian,27 (1)

Anggraini, Suryanto, dan Aini. 2013. Sistem Tanam dan Umur Bibit pada Tanaman Padi Sawah (Oryza sativa L.) Varietas INPARI 13. Jurnal Produksi Tanaman 1 (2)

Bayong, T.H.K., 2004.Klimatologi. Penerbit ITB, Bandung

BPTP. 2013. Petunjuk Teknis Pengelolaan Tanaman Terpadu. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jambi. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian.

Fadli, H.N., G. Jonathan, dan S. Balonggu. 2013. Tanggap Pertumbuhan dan Produksi Padi Gogo Varietas Situ Bagendit Terhadap Pengolahan Tanah dan Frekuensi Penyiangan yang Berbeda. J. Agroekoteknologi.Vol. 1, No2

Fitriana, M. 2008. Pengaruh Periode Penyiangan Gulma Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.)Varietas Kenari. Jurnal Agria 5 (1): 1-4.

Gardner F.P, R.B. Pearce, and R.L. Mitchell. 1991. Physiology of Crop Plants. Diterjemahkan oleh H.Susilo. Jakarta. Universitas Indonesia Press.

Hermawati, T. 2012. Pertumbuhan dan Hasil Enam Varietas Padi Sawah Dataran Rendah pada Perbedaan Jarak Tanam. Jurnal Bioplantae. 1 (2): 108-116.

Ihwani, G.R. Pratiwi, E. Paturrohman, dan Makarim. 2013. Peningkatan Produktivitas Padi Melalui PenerapanJarak Tanam Jajar Legowo. Iptek Tanaman Pangan Vol. 8 No. 2

Jatmiko, S.Y., S. Harsanti, Sarwoto, dan A.N. Ardiwinata. 2002. Apakah Herbisida yang Digunakan Cukup Aman? hlm. 337-348. Dalam J. Soejitno, I.J. Sasa, dan Hermanto (Ed.). Prosiding Seminar Nasional Membangun Sistem Produksi Tanaman Pangan Berwawasan Lingkungan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Bogor.

Joesron, T. Suhartati, dan M. Fathorrozi, 2003, ”Teori Ekonomi Mikro,Dilengkapi Beberapa Bentuk Fungsi Produksi”, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Kuswara, E dan S. Alik. 2003. Dasar Gagasan dan Praktek Tanam PadiMetode SRI. KSP Mengembangkan Pemikiran Untuk Membangun Pengetahuan Petani Jawa Barat

Lin, X.Q., D.F. Zhu, H.Z. Chen, and Y.P. Zhang. 2009. Effects of Plant Density and Nitrogen Application Rate on Grain Yield and Nitrogen Uptake of Super Hybrid Rice. Rice Science 16(2):138-142

Masdar,K. Musliar, R.Bujang, N. Hakim, dan Helmi. 2005. Interaksi JarakTanam dan Jumlah Bibit per Titik Tanam pada Sistem Intensifikasi Padi Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman. Akta Agrosia Ed Khusus. (1) :92-98

Mercado, B.L. 1979. Introduction to Weed Science. Searca Pub., Los Banos, Laguna, the Philippines. 279 pp.

Mobasser,H.R., R. Yadi, M. Azizi, A.M. Ghanbari, and M. Samdalari. 2009 Effect of Density on Morphological Characteristics Related-Lodging on Yield and Yield Components in Varieties Rice (Oryza sativa L.) in Iran. J. Agric. and Environ. Sci. 5(6):745-754

Moenandir J. 1988 Ilmu Gulma.Malang:Universitas Brawijaya Press.

Nurlaili. 2011. Optimalisasi Cahaya Matahari pada Pertanaman Padi (Oryza sativa L.) System of Rice Intensification (SRI) Melalui Pendekatan Pengaturan Jarak Tanam. AgronobiS, Vol. 3, No. 5

Pahruddin, A. Maripul, dan P. Rido. 2004. Cara Tanam Padi Sistem Legowo Mendukung Usaha Tani di Desa Bojong, Cikembar Sukabumi. Buletin Teknik Pertanian 9 (1).

Partohardjono, S dan A. Makmur. 1989. Peningkatan Produksi Padi Gogo. Dalam Padi. Buku 2. Penyunting Ismunadji dkk. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Bogor, Hal: 523-549.

Pratiwi, G.R., E. Suhartatik, dan A.K. Makarim. 2010.Produktivitas dan Komponen Hasil Tanaman Padisebagai Fungsi dari Populasi Tanaman. In: S.Abdulrachman, H.M. Toha, dan A. Gani (Eds.). InovasiTeknologi Padi untuk Mempertahankan Swasembada dan Mendorong Ekspor Beras.Prosiding Seminar nasional Hasil Penelitian Padi2009, Buku 2. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi.p.443-450

Purwono, L. dan Purnamawati. 2007. Budidaya Tanaman Pangan. Penerbit Agromedia. Jakarta.

Rudiyono. 2016. Pengaruh Frekuensi Penyiangan Gulma terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Padi Sawah (Oryza sativa L.). SKRIPSI. Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Salahuddin, K.M., S.H. Chowhdury, S. Munira, M.M.Islam, and S. Parvin. 2009. Response of Nitrogen and Plant Spacing of Transplanted Aman Rice.Bangladesh J. Agric. Res. 34(2): 279-285

Sohel, M. A. T., M. A. B. Siddique, M. Asaduzzaman, M. N. Alam, and M.M. Karim. 2009. Varietal Performance of Transplant Aman Rice Under Different Hill Densities. Bangladesh J. Agric. Res. 34(1): 33-39

Sudalmi, dan E. Sri. 2010. Pembangunan Pertanian Berkelanjutan. Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian Vol.9, No. 2, September 2010 (15 -28). 13 hal.

Sukman, Y. dan Yakup. 2002. Gulma dan TeknikPengendaliannya: Palembang, Fakultas Pertanian Universtias Sriwijaya Palembang

Suriapermana, S., N. Indah, dan Y. Surdianto. 2000. Teknologi Budidaya Padi dengan Cara Tanam Legowo pada Lahan Sawah Irigasi. Simposium Penelitian Tanaman Pangan IV : Tonggak Kemajuan Teknologi Produksi Tanaman Pangan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Bogor. p 125-135.

Suryanto, A. 2010.Budidaya Padi Sawah. dalam Pertanian Berkelanjutan Berbasis Padi Sawah Melalui Jembatan SRI. Sampoerna – FP UB. p. 73 – 86.




DOI: http://dx.doi.org/10.32528/agr.v16i1.1551

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science)

 

Address:

Jl. Karimata No. 49 Jember-Jawa Timur-Indonesia

Phone & Fax:

(0331)336728 | 337957

Email:

agritrop-faperta@unmuhjember.ac.id

 

View My Stats