EKSPLORASI Bacillus spp., DARI PERAKARAN KUBIS SEBAGAI AGEN ANTAGONIS Xanthomonas campestris pv. campestris

Fajar Dwi Agustina Wati, Suhartiningsih Dwi Nurcahyanti, Hardian Susilo Addy

Abstract


Isolasi Bacillus spp diambil dari tanah rhizosfer kubis sehat di oven dengan suhu 80C selama 1 jam dan ditumbuhkan pada media YPGA.Sebanyak 24 isolat Bacillus spp merupakan gram positif dan hipersensitif bersifat negatif. Isolat tersebut dilakukan uji zona penghambatan terhadap Xanthomonas campestris pv. campestris, terdapat 12 isolat yang membentuk zona hambatan. Ke 12 isolat Bacillus spp tersebut memiliki perbedaan ukuran daam membentuk zona hambatan dan memiliki mekanisme penghambatan bakteriostatik, isolat tersebut masing-masing diambil 2 perwakilan untuk kategori zona hambatan besar, sedang dan kecil. Terdapat 6 isolat terpilih, kemudian dilakukan karakterisasi yang terdiri dari uji oksidase, katalase, dan hidrolisa pati dan memiliki kesamaan dalam hasil karakeristiknya.

Keywords


Bacillus, Kubis, Xanthomonas campestris pv. campestris

Full Text:

PDF

References


Abidin Z, L Aini, A Abadi. 2015. Pengaruh Bakteri Bacillus sp, Dan Pseudomonas sp. Terhadap Pertumbuhan Jamur Patogen Sclerotium rolfsii Sacc. Penyebab Penyakit Rebah Semai Pada Tanaman Kedelai. HPT, 3(1):2338-4336.

Ajilgba C, O O Babalola, And F Ahmad. 2013. Antagonistic Effect of Bacillus Species in Biocontrol of Tommato Fusarium Wilt. Ethno Med, 7(3):205-216.

Arwiyanto, T. 1997. Pengendalian Hayati Penyakit Layu Bakteri Tembakau : 1. Isolasi Bakteri Antagonis. Perlindungan Tanaman Indonesia, 3(1):54-60.

Badan Pusat Statistika dan Direktorat Jenderal Hortikultura. 2017 Produksi Kubis Menurut Provinsi Jawa Timur. Jawa Timur: BPSDJH.

Dewi A. 2013. Isolasi, Identifikasi, dan Uji Sensitivitas Staphylococcus aureus terhadap Amoxicillin dari sampel susu kambing peranakan ettawa (PE) penderita mastitis di wilayah girimulyo, kulonprogo, yogyakarta. Sain Veteriner, 31(2):138-150.

Dwijoeseputro. 1990. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Djambatan. Malang ; 73, 74.

Fahy. P.C. and Persley G.J. 1983. Plant Bacterial Diseases a Diagnostic Guide. Australian. Academic Press.

Handoko A, A Abadi, dan L Aini. 2014. Karakterisasi penyakit penting pada pembibitan tanaman durian di desa plangkrongan, kabupaten magetan dan pengendalian dengan bakteri antagonis secara in vitro. HPT, 2(2):15-22.

Khaeruni A, dan Hs Gusnawaty. 2012. Penggunaan Bacillus spp. sebagai agen biokontrol untuk mengendalikan penyakit layu fusarium pada tanaman cabai. Agroteknos, 2(3):182-189.

Khadim M, P A Mihardjo, A Majid. (tanpa tahun). Efektivitas Beberapa Isolat Bacillus spp Untuk Mengendalikan Jamur Rhizoctonia solani Pada Tanaman Kedelai. Tanpa penerbit, tanpa nomer, tanpa volume: 1-6.

Leiwakabessy, C. 2011. Kajian Hipersensitif. Deoartemen Proteksi Tanaman, Program Stusi Fitopatologi, ITB.

Lumoly, F, S Emmy, M Guntur. Tanpa tahun. Inidensi Penyakit Busuk Hitam Pada Tanaman Brokoli (Brassica oleracea var. Italica) Di Tomohon. Universitas Sam Ratulangi-Manado.

Mujib A, M Syabana, dan D Hasturi. 2014. Uji efektifitas larutan pestisida nabati terhadap hama ulat krop (Crocidolomia pavonana L.) pada tanaman kubis (Brassica oleraceae). Ilmu Perikanan dan Perikanan, 3(1):67-72.

Panjaitan D, I Suada, dan M Sritamin. 2014. Uji keefektivan ekstrak beberapa biji tanaman untuk menghambat pertumbuhan bakteri bercak daun (Xanthomonas campestris) pada tanaman tomat. Agroekoteknologi Tropika, 3(2):89-96.

Prataman R, Yuliani, G Trimulyono. 2015. Efektivitas Ekstrak Daun dan Biji Jarak (Jatropha curcas) sebagai Antibakteri Xanthomonas campestris Penyebab Penyakit Busuk Hitam Pada Tanaman Kubis. LenteraBio, 4(1):112-118.

Prihatiningsih N, H Djatmiko, dan Hermianto. 2010. Potensi Bacillus spp. B46 dan Sterptomyces spp. S4 sebagai agens pengendali penyebab penyakit lincat pada tembakau. Agronomika, 10(1):43-55.

Rahayuniati R F dan E Mugiastuti. 2012. Kefektifan Bacillus sp.Dan Pseudomonas fluorescense Mengendalikan Fusarium oxysporum f.sp.lycopersici Dan Meloidogyne sp. Penyebab Penyakit Layu Pada Tomat Secara In Vitro, Fakultas Pertanian Universitas Jendral Soedirman.

Schaad NW, JB Jones and W Chun. 2001. Laboratory guide for identification of plant pathogenic bacteria. USA; Onacid. Pg: 175-193.

Sopyan A. 2009.[Skripsi]. Karakterisasi dan Identifikasi Molekuler Isolat-Isolat Bacillus spp Penghasil Bakteriosin Asal Hutan Wana Wisata Cangkuang. Departemen Biologi, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam. ITB. Bogor.

Waluyo L. 2010. Teknik dan Metode Dasar dalam Mikrobiologi. Malang: UMM Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.32528/agr.v15i2.1178

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science)

 

Address:

Jl. Karimata No. 49 Jember-Jawa Timur-Indonesia

Phone & Fax:

(0331)336728 | 337957

Email:

agritrop-faperta@unmuhjember.ac.id

 

View My Stats